Sempat Menyusut, Stok Gas Melon Kembali Normal

TANGERANG, SNOL—Persediaan gas 3 kilogram di Kota Tangerang kembali normal. Pasokan gas melon sempat ter­hambat lantaran libur panjang awal bu­lan silam. Persediaan gas di sejumlah agen sempat habis hingga satu minggu.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagan­gan dan Industri Kota Tangerang, Junijar menyebut, libur panjang beberapa wak­tu lalu membuat sejumlah distributor tak mengirim gas. Hal yang mestinya tak terjadi itu, katanya, menyebabkan distri­busi gas terhambat. Namun dia memastikan pasokan gas terse­but telah kembali normal.

“Kondisinya sudah stabil karena pasokan sudah normal, kemaren sempat ada gang­guan pasokan, karena libur tidak ada bongkar muat se­hingga agen yang terpantau di Neglasari, Cipondoh, dan Babakan tidak terjadi bongkar muat,” jelasnya, Senin (11/12).

Dia menegaskan, tidak ter­jadi kelangkaan gas di Kota Tangerang. Kekurangan pa­sokan, lanjutnya, disebabkan pasokan yang terhambat. Dia menyayangkan hal terse­but terjadi. Menurutnya, gas merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

“Sebenarnya pada saat itu gas tersedia, ya itu karena libur long weekend di Minggu lalu, makanya tidak ada bongkar muat,” jelas dia.

Penyusutan persediaan gas di Kota Tangerang tak sampai mem­pengaruhi harga. Terpantau di aplikasi Tangerang LIVE harga gas melon bertahan di harga Rp 20.833 sejak minggu kemarin.

Masih di tempat yang sama, Junijar menyebut Pemerintah Kota Tangerang telah mengin­truksikan Aparatur Sipil Neg­ara (ASN) serta masyarakat yang mampu agar tidak meng­gunakan LPG bersubsidi sep­erti LPG berukuran 3 kg. Dia menambahkan, gas melon hanya diperuntukan bagi ma­syakat ekonomi bawah.

“Memang secara bertahap lagi disosialisasikan karena pada intinya nanti konsumsi itu gas elpiji 3 kilogram hanya untuk warga kurang mampu,” ungkap Junijar lagi.

Pada kegiatan yang digagas berkat kerjasama dengan Per­tamina ini, para ASN berbon­dong-bondong menukarkan tabung gas 3 kilogram dengan tabung gas 5,5 kilogram secara cuma-cuma. Pertamina juga menyediakan paket pembelian dengan harga jauh lebih murah.

“Ada yang tuker 2 tabung gratis, tuker 1 tabung gas tam­bah uang, guna memakai gas non subsidi,” kata Junijar.

Namun, hal itu baru diter­apkan oleh para ASN di Kota Tangerang. Selebihnya ma­syarakat mampu belum juga menerapkan hal tersebut. (irfan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.