Angin Kencang dan Petir Masih Mengintai

KOTA SERANG, SNOL—Provinsi Banten masih akan mengalami musim pen­ghujan yang disertai angin kencang dan petir. Informasi dari Badan Me­teorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klas 1 Serang menye­butkan kondisi tersebut akan melanda beberapa wilayah di Banten.

“Potensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir dan angin kencang di wilayah Kabu­paten Pandeglang bagian Utara, Kabu­paten Lebak bagian Utara dan Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Potensi angin kencang terjadi di wilayah Kota Cile­gon, Kabupaten Serang bagian Barat, dan Kabupaten Pandeglang bagian Barat,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Klas 1 Serang, Trian Asmarahadi, Rabu (13/12).

Trian menambahkan curah hujan akan terus meningkat hingga mendeka­ti puncak musim hujan Desember dan Januari 2018. “Hujan intensitas sedang hingga lebat, gelombang tinggi, dan ke­

bencanaan seperti banjir, long­sor dan lain-lain. Kalau puting beliung sangat kecil kemung­kinan terjadi di musim hujan,” kata Trian.

Untuk perkiraan Kamis, (14/12) yakni berawan dan hu­jan sedang di Carita, Labuhan, Pandeglang, Binuangen, Maling­ping. Hujan ringan juga terjadi di Gunung Kencana, Rangkasbi­tung, Lebak. Hujan lokal di Bo­jonegara, Anyer, Merak, Cilegon, Serang, Tangerang, Serpong.

Pada siang hari, hujan lebat di Rangkasbitung, Pandeglang, Bayah, Tigaraksa, Tangerang, Serpong. Hujan sedang di Ci­legon, Ciruas, Serang, Gunung Kencana, Lebak. Sementara pada malam hari berawan dan hujan lokal di Serang, Carita, Labuhan, Pandeglang, Gunung Kencana, Ujung Kulon, Lebak, Bayah. Suhu udara antara 22 – 32 derajat Celsius dengan kelemba­ban udara 65 – 95 persen. Angin dari arah Barat Daya hingga Ba­rat Laut dengan kecepatan 10 – 30 Kilometer/ jam.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menyiapkan pendistribusian bahan pokok menggunakan jalur udara, guna mengantisi­pasi terhambatnya distribusi akibat cuaca buruk yang men­impa pelabuhan merak seperti beberapa waktu.

Tindakan antisipasi tersebut menyusul peningkatan status wilayah Provinsi Banten men­jadi siaga darurat bencana yang diungkapkan Badan Penanggu­langan Daerah (BPBD) Provinsi Banten hingga awal 2018 men­datang. Sempat terhentinya aktifitas di pelabuhan merak Cilegon akibat cuaca ekstream yang mengakibatkan kapal tidak dapat bersandar di dermaga, se­hingga sejumlah truck ekspedisi pengangkut bahan pokok tidak dapat mendistribusikan bahan-bahan pokok seperti makanan tepat waktu.

Oleh karenannya pemerintah akan membuka jalur alterna­tive via udara agar kebutuhan masyarakat akan bahan pokok tersebut tidak terganggu akibat cuaca ekstrem, Hal tersebut di­ungkapkan langsung oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Ke­mendag, Tjahya Widayanti yang akan menerapkannya dalam situasi yang darurat.

“Misalkan cuaca itu yang tidak bisa gunakan angkutan laut. Jika situasi urgent sekali, kita bisa gunakan angkutan udara,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Neg­eri, Kemendag, Tjahya Widayan­ti belum lama ini.

Lebih lanjut dirinya men­gungkapkan, kendati pemer­intah akan persiapkan jalur udara namun kebijakan terse­but hanya akan dilakukan apa­bila keadaan sangat genting sepertinya halnya stock bahan pokok yang sangat tidak me­madai sehingga mengharus­kan dan hanya memungkinkan melalui jalur udara. Agar ke­butuhan pokok tidak tergang­gu, pihaknya menghimbau masyarakat agar menggunakan produk dalam negeri yang mu­dah ditemui di daerah. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.