Nelayan Lebak Selatan Nekat Melaut

BAYAH, SNOL—Meski cuaca ekstrim masih melanda Kabupaten Lebak, sehingga mengakibatkan gelom­bang ombak di laut Lebak Selatan masih tinggi. Ternyata, tidak mem­buat khawatir para nelayan untuk melaut, menangkap ikan. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, dikala cuaca ekstrim tersebut, para nelayan asal Binuengeun, Kecamatan Wana­salam, Cihara, serta Bayah, berani hingga beberapa malam di tengah laut untuk menangkap ikan.

Seorang nelayan asal Bayah, Sar­mudi, saat dihubungi melalui tele­pon genggamnya mengatakan, ter­lalu lama menunggu hingga cuaca ekstrim berakhir. Maka, para nelayan di daerahnya tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, jika harus menunggu cuaca ekstrim berakhir.

Oleh karena itu, meski terbilang membahayakan, ia dan para nelayan lain tetap memaksakan diri untuk tetap melaut mencari ikan. “Kami sa­dar, bila saat ini masih terjadi cuaca ekstrim. Namun, karena kami butuh untuk makan dan memenuhi kelu­arga, maka kami harus tetap melaut menangkap ikan untuk dijual,” ujar Sarmudi, Rabu (13/12).

Ditambahkannya, karena ingin mendapatkan ikan dengan jumlah besar, maka tidak jarang dirinya dan sejumlah nelayan lainnya hingga ber­malam di tengah laut. Namun demiki­an, ada pula yang hanya melaut setengah hari, bila nelayan tersebut sudah mendapatkan tangkapan ikan dengan jumlah yang cukup banyak.

“Bagi kami, kalau persediaan uang untuk menghidupi keluarga sudah habis, semua resiko akan kami hada­pi. Apalagi selama ini, mata pencarian kami sebagai nelayan. Apapun resikonya, tentu harus kami hadapi,” tandasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyela­mat Wisata Tirta (Balawista) Lebak, Erwin Komara Sukma mengatakan, saat ini ada sejumlah nelayan yang nekat melaut. Hal itu tak lain, untuk memenuhi kebutuhan anak istrinya. Walaupun hal itu membahayakan keselamatan para nelayan.

“Memang ini urusannya perut. Sehingga, mereka nekat melaut un­tuk menangkap ikan. Oleh karena itu, kami hanya bisa memberikan himbauan kepada nelayan, jika ti­dak memungkinkan jangan memak­sakan untuk melaut,” pungkasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi menambahkan, se­lama cuaca ekstrim masih melanda Lebak, sebaiknya hal-hal yang bere­siko membahayakan jiwa manusia dihindari.

Begitupula, bagi masyarakat ne­layan. Sebaiknya, cuaca ekstrim yang kerap mengakibatkan gelombang di laut semakin tinggi dan semakin kencang, sebaiknya harus diwaspa­dai dan kalau bisa jangan melaut. “Kami, hanya mengimbau, agar sela­ma cuaca ekstrim ini selalu diwaspa­dai. Begitu pula kepada para nelay­an, yang kini tetap memaksakan diri melaut, harus tetap waspada, untuk keselamatannya,” harap Kaprawi. (mulyana/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.