Pemkot Dianggap Salah Jalan

Direktur SDG’s Universitas Padjajaran Pesimis Kemiskinan Menurun

SERPONG,SNOL– Direktur Sus­tainable Development Goals (SDGs) Universitas Padjajaran Bandung Zuzy Anna, mengaku pesimis dengan target yang diterapkan Pemkot Tangsel un­tuk pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

“Melihat grafis tingkat kemiskinan sejak tahun 2015, kemiskinan di Tangsel hingga di 2030 akan meningkat,” ung­kapnya sambil mengungkapkan, salah satu faktor meningkatnya kemiskinan di Tangsel karena tidak adanya program yang berkesinambungan dan sum­berdaya manusia yang tidak me­menuhi kriteria yang ada.

Bahkan, perempuan beram­but lurus itu mengatakan, jum­lah kemiskinan di Kota Tangsel pada tahun 2030 akan mening­kat. ”Kalau tahun ini 1,67 persen dan melihat jumlah kemisiki­nan beberapa tahun sebelum­nya. Saya justru berpendapat di tahun 2030 ini presentasenya meningkat menjadi 2,23 persen,” kata Zuzy dalam Sosialisasi SDG Tahap Dua di Hotel Santika, Ser­pong, Rabu (13/12).

Artinya, kata Zuzy, Pemkot Tangsel menempuh program yang salah karena hasil output-nya justru berputar balik dari target yang ditetapkan. ”Maunya kan zero, kok ini jadi 2,23 persen. Artinya meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun ini. Saya rasa Pemkot ini going in the wrong direction. Salah jalan,” katanya.

Dari seluruh target sektoral yang diperhitungkan, hanya kemiskinan yang mengalami ke­munduruan. Sementara untuk sektor pendidikan, sanitasi dan energi bisa diatasi. ”Ini jadi ba­han koreksi kita semua, kenapa justru makin banyak. Apakah programnya, apakah SDM yang menangani atau seperti apa, jadi bisa diperhatikan pada sektor ini ya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan kemun­duran terjadi karena SDM-nya yang tidak memiliki kemam­puan berpikir dalam jangka panjang. Dimana program yang diciptakan selalu memiliki du­rasi selama pelaksanaan APBD saja.

”Ini dia kekurangannya. Ka­lau ada seminar dan sosialisasi, staf kita ini justru main ponsel, foto makanan teru diupdate. Bukannya memerhatikan. Pada­hal materinya untuk membantu program yang akan diberikan kepada masyarakat nantinya,” kata Benyamin.

Dia juga mengakui sampai saat ini belum ada program yang berhasil diciptakan pem­kot dalam menanggulangi kemiskinan di Kota Tangsel. ”Karena memang programnya cuma habis setahun. Terus ta­hun depan beda lagi. Padahal fokus saja dulu, kita bentuk apa gitu yang memang ber­manfaat bagi orang miskin. Ini jadi teguran untuk kita, jangan sampai target kita yang zero kemiskinan itu tidak bisa ter­jadi,” pungkasnya. (irm/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.