200 Bangunan Liar dan Warem Dibongkar

Di Sepanjang Jalan Raya Serang

CURUG, SNOL—Sebanyak 200 bangu­nan liar (Bangli), lapak Pedangang Kaki Lima (PKL) dan warung re­mang-remang (Warem) hingga loket bayangan PO bus dibongkar oleh Sat­pol PP Kabupaten Tangerang meng­gunakan alat berat, Kamis (21/12). Penertiban berlangsung di sejumlah titik yakni Jalan Raya Serang di Keca­matan Jayanti dan Kecamatan Curug, serta di bawah jembatan tol Bitung.

Pantauan Satelit News, penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP dan aparat gabungan lainnya dimulai sejak pukul 09.00 hingga menjelang magrib. Petugas menyusuri sepanjang Jalan Raya Serang secara bersamaan, sam­bil membawa alat berat untuk meng­hacurkan bangunan semi permanen yang dibangun oleh para pelanggar. Penertiban dipecah menjadi tiga tim agar cepat selesai. Keberadaan Bangli dan PKL di bahu jalan, dinilai Satpol PP kerap menimbulkan kemacetan di jalan raya tersebut. Bahkan dianggap sudah menggangu warga dan para pengguna jalan.

Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Tangerang, Syahdan Muchtar mengatakan, sedikitnya ada 200 Bangli di sepanjang Jalan Raya Serang yang dihancurkan karena dianggap telah mengganggu dan meresahkan para pengguna jalan lainnya. Termasuk sejumlah Warem yang ada di Keca­matan Jayanti juga tidak luput dari incaran petugas.

Menurutnya, penertiban kepada PKL, lapak penjual pasir, tambal ban, loket bayangan PO bus, tukang kayu dan Warem di sepanjang Jalan Raya Serang itu sengaja dilakukan, dalam upaya kelancaran arus lalu lintas. Termasuk dalam menciptakan sua­sana kondusif di wilayah Kabupaten Tengerang akibat keberadaan Wa­rem yang ditengarai menjadi tempat prostitusi.

“Sekitar 200 bangli kita hancurkan dengan menggunakan alat berat, karena dianggap telah mengganggu dan memang bahu jalan bukanlah tempat untuk jualan. Bahu jalan ha­rus steril dari segala aktifitas diatas­nya,” kata Syahdan kepada Satelit News, kemarin.

Sebelumnya, kata dia, petugas dari Satpol PP Kabupaten Tangerang per­nah menyurati kepada para pemilik Bangli di sepanjang Jalan Raya Serang itu agar bisa lebih dulu menertibkan barang dagangannya sendiri, sebe­lum para petugas melakukan upaya paksa. Himbaun sebelumnya telah disampaikan sebanyak tiga kali.

“Tapi kenyataannya sampai hari ini (kemarin, red) masih tetap saja ada. Makanya kita gusur,” tandasnya.

Salah satu pengendara yang melin­tas, Herliana mengatakan, henda­knya upaya penertiban bisa dilaku­kan secara terus-menerus dalam upaya menciptakan arus kendaraan yang lancar. “Agar bisa dilakukan ter­us-menerus, jangan setahun sekali aja,” harapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Ka­bupaten Tengerang Yusuf Herawan mengatakan, penertiban itu telah sesuai aturan. Menurutnya, bahu jalan di seluruh daerah harus steril dari segala macam aktifitas. “Jadi tidak boleh ada kegiatan apapun di atasnya,” pungkasnya. (mg1/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.