Dinas Pendidikan Reformasi Sistem Pelayanan

TIGARAKSA, SNOL—Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang menerapkan pelayanan terpadu. Reformasi pelayanan ini dalam rangka untuk meraih ISO 2001-2015.

Kepala Dindik Kabupaten Tangerang, Hadisa Mashyur mengatakan, dalam rangka reformasi birokrasi, pihaknya mengubah pola pelayanan yang tadinya belum tersistem dengan baik menjadi terpadu atau satu pintu. Menurutnya, inovasi pelayanan ini baru pertama kali dilakukan.

“Jadi tidak boleh lagi ada pegawai yang bersentuhan dengan guru dan masyarakat, cukup persyaratan terkait keinginan atau tujuan, semisal bangun sekolah dan lainnya di berikan ke petu­gas loket,” ungkapnya kepada Satelit News, kemarin.

Di loket tersebut kata Hadisa, akan melayani keperluan mutasi, legalisir, naik pangkat, kursus, izin operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK, SD dan SMP, Surat Keterangan Un­tuk Mendapatkan Pembayaran Tunjan­gan Keluarga (SKUMPTK), rekomendasi tentang pensiun, kenaikan gaji berkala dan lainnya.

“Intinya semua pelayanan cukup me­lalui loket. Dan itu sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Bahkan kedepan­nya, kami juga akan menyediakan alat in­formasi elektronik yang bisa menmberi­kan penjelasa secara akurat. Jadi para guru atau masyarakat bisa mengecek apa keperluan mereka disitu dan syaratsyarat yang dibutuhkan,” paparnya.

Reformasi pelayanan ini juga sebagai upaya agar Dinas Pendidikan dapat me­riah ISO 20012015. Menurut Hadisa, perubahan ini juga harus diiringi oleh komitmen bersama dengan pengawas, penilik, guruguru dan Dinas Pendidi­kan. “Kami ingin memberikan yang ter­baik,” ucapnya.

Perubahan yang diawali dari Dinas Pendidikan ini kata Hadisa, diharapkan menjadi gagasan bagi sekolah untuk memperbaiki pelayanan agar semakin prima. “Kita harus samasama mem­berikan pembaharuan di dunia pendi­dikan, jadi tidak ada lagi nanti guru ma­las, kelas kotor dan akreditasinya pun harus sesuai,” imbuhnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabu­paten Tangerang, Tini Wartini menam­bahkan, petugas yang bertugas melay­ani masyarakat di loket juga harus bisa memberikan penjelasan dengan baik, ramah dan tersenyum. “Tentu petugas loket harus menerapkan senyum, sapa, dan salam,” pungkasnya. (aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.