Target Pajak Kendaraan Capai 98 Persen

Ribuan Unit Kendaraan Kena Razia di Tahun 2017

TANGERANG, SNOL—Razia pa­jak kendaraan bermotor di Kota Tangerang menyerap ratusan juta rupiah sepanjang 2017. Ribuan unit kendaraan terjaring razia pajak kendaraan yang digelar Unit Pelay­anan Teknis (UPT) Cikokol, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten. Target realisasi pa­jak kendaraan UPT ini hampir ram­pung menjelang pergantian tahun.

UPT Cikokol telah membukukan penyerapan pajak kendaraan per­tanggal 19 Desember sebesar Rp 626.838.832.995. Jumlah tersebut, jelas Kasubag Tata Usaha UPT Ciko­kol Bappenda Banten, Puja Raharjo, telah mencapai 98, 34 persen dari target Rp 637.399.989.000 di tahun ini. Puja menambahkan, jumlah ca­paian target itu berasal dari pajak bea balik nama (BBN), pajak air, dan pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Target BBN tahun ini sebesar Rp 294.975.597.000, realisasinya su­dah Rp 287.143.824.000 atau 97,50 persen. Kalau target Pajak Air Rp 9.213.123.000, realisasinya menca­pai 9.187.710.396 atau 99,17 persen. Jadi total target Rp 637.399.989.000 sudah terealisasi sebanyak Rp 626.838.832.996 atau 98, 34 persen, itu pertanggal 19 Desember,” paparnya.

Puja mengaku optimis target akan tercapai hingga kahir tahun ini. Se­jumlah upaya dilakukan pihak UPT Cikokol untuk mencapai target pajak kendaraan tahun 2017. Puja menye­but beberapa upaya tersebut di anta­ranya dengan razia dan pembukaan gerai di kecamatan. Sejauh ini, sam­bung Puja baru tersedia gerai pajak di kantor kecamatan Batuceper.

“Diharapkan gerai di Batuceper ini dapat menekan tunggakan pajak di Kota Tangerang, supaya realisasi maksimal. Di gerai ini hanya melay­ani pajak tahunan. Ke depan, jika respon publik bagus, gerai-gerai di kecamatan lainnya diadakan,” ujar Puja ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Dari 16 kali razia pajak kendaraan yang digelar UPT Cikokol, terkumpul Rp 607.602.400. Puja memaparkan, jumlah tersebut diperoleh dari 1199 pemilik kendaraan yang terjaring ra­zia di sejumlah titik. Razia yang digelar sepanjang tahun 2017 ini juga, sam­bung Puja, didampingi mobil Samsat Keliling (Samling) untuk memudah­kan pembayaran pemilik kendaraan.

“Itu terdiri 1199 unit kend­aaraan, 564 langsung melakukan pembayaran, sementara 635 untit kendaraan langsung membuat per­nyataan,” katanya.

Sementara pelyanan Samling, dijelaskan Puja, digelar sebanyak 8 kali sepanjang 2017. Pelayanan itu, jelasnya, berhasil membukukan Rp 314.668.880 dari 465 unit kendaraan. Dia menambahkan, pihaknya juga menyediakan layanan Samling se­cara rutin di beberapa tempat. Be­berapa tempat tersebut, diantaranya di kawasan perumahan Palem Semi serta di Supermal Karawaci.

Puja menambahkan, terdapat sembilan gerai Samsat yang tersebar di Kota Tangerang dan beberapa di beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang. Gerai itu, ujarnya, dise­diakan untuk mendekatkan pelay­anan Samsat ke masyarakat.

“Gerai yang saat ini sudah tersedia ada di Modernland, Sangiang, Sepa­tan, Teluknaga, Dadap, Supermal Karawaci, Alam Sutera, Batuceper, Jatiuwung,” jelasnya.

Upaya meningkatkan kesadaran membayar pajak dilakukan UPT Cikokol dengan menggelar sosialisa­si. Puja menyebut, setidaknya 7 kali penyuluhan telah digelar pihaknya selama 2017. Penyuluhan itu, kata Puja, dikuti masyarakat umum, biro jasa, dealer kendaraan, serta apara­tur kecamatan.

“Penyuluhan 7 kali, ssaran penyulu­han terdiri dari aparatur kecamatan, 100 orang dari biro jasa, dealer, serta leasing sekota Tangerang,” ulasnya.

Puja juga menyinggung kebijakan bebas pajak Bea Balik Nama Kenda­raan Bermotor (BBNKB) II yang di akhir Desember ini berakhir. Menu­rutnya, kebijakan yang mulai ber­laku Agustus itu meningkatkan an­tusias wajib pajak di Kota Tangerang dan sekitarnya. Puja menjelaskan, BBNKB II adalah pajak balik nama bagi kendaraan tidak baru.

Capaian target pajak kendaraan, disebut Puja tidak lepas dari peran serta Pemerintah Kota Tangerang. Dia mengharapkan, Pemkot meng­himbau warganya untuk membayar pajak tepat waktu. Puja juga ber­harap, Pemkot mengajak warga un­tuk menyesuaikan data kendaraan seusai domisilinya.

“Kita kan ada sharing (pembagian) dengan Pemkot Tangerang. Untuk PKB kita bagi 30 persen, begitu juga BBN 30 persen. Untuk Pajak Air 50 persen pembagiannya untuk Kota (Tangerang),” tukasnya. (irfan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.