ULP Ukur Kemampuan Pegawai

Dengan Assesment Barang dan Jasa

CIPUTAT, SNOL—Sebanyak 28 peserta mengikuti assessment kinerja pokja pengadaan barang dan jasa. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur kemampuan pegawai apakah cocok ditem­patkan di pokja Unit Pelayanan Pengadaan (ULP). Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian ULP Pemkot Tangsel Deden Deni, Kamis (21/12).

“Sebanyak 28 peserta ini mengikuti assessment untuk diliat sisi integritas dan sejauh mana mereka bisa bekerja da­lam tekanan untuk di pokja ulp ini,” ungkap Deden.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie men­gungkapkan, proses pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu proses yang sangat penting dan strategis dalam se­rangkaian pelaksanaan kegiatan rutin maupun pembangunan baik di daerah maupun di pusat.

Percepatan pelaksanaan pem­bangunan yang menjadi tang­gung jawab pemerintah perlu didukung oleh percepatan pelak­sanaan belanja daerah, yang di­laksanakan melalui pengadaan barang atau jasa pemerintah.

Percepatan pengadaan terse­but, salah satunya tertuang da­lam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016, tentang pelaksa­naan proyek strategis nasional yang antara lain bertujuan melaksanakan percepatan pen­gadaan barang atau jasa dengan mempercepat pemilihan penye­dian barang, melakukan lelang cepat melalui sistem informasi kinerja penyedia, dan melaku­kan konsolidasi pengadaan barang/ jasa dalam rangka per­cepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

“E-Procurement diakui telah menjadi kebutuhan penting bagi perbaikan sistem pengadaan di negeri ini. Perbaikan terhadap sistem pengadaan tersebut di­akui sebagai salah satu wilayah yang harus dilakukan dengan cepat. Dengan berjalannya sistem ini, kasus korupsi bidang pengadaan terbukti dapat dite­kan sehingga dalam proses pen­gadaan barang/ jasa pemerintah baik yang dibiayai APBN mau­pun APBD, dapat dipertang­gungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan, maupun man­faatnya,” ungkapnya.

Sehingga dalam penataan sistem manajemen SDM Pokja (kelompok kerja) pengadaan barang/jasa di lingkungan Pe­merintah Kota Tangsel, khusus­nya pada Bagian Layanan Pen­gadaan Sekretariat Daerah Kota Tangsel diperlukan berbagai informasi dasar terkait kualitas SDM yang akan mengisi jaba­tan Pokja (kelompok kerja) pen­gadaan barang/jasa, antara lain yaitu informasi mengenai karak­ter dan kondisi mental setiap in­dividu yang akan menjadi SDM Pokja.

Pekerjaan dalam bidang pen­gadaan barang/ jasa memiliki karakteristik beban kerja yang sedikit unik dan berbeda den­gan pekerjaan di bidang pemer­intahan lainnya. Hal tersebut menjadi salah satu alasan diper­lukannya analisis, penilaian dan evaluasi dalam penempatan pe­gawai dalam formasi kelompok kerja pengadaan barang/ jasa pada setiap tahun anggaran.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menghasilkan suatu hasil analisis, nilai dan evaluasi SDM kelompok kerja pengadaan barang/ jasa Kota Tangerang Selatan sebagai acuan dalam pengisian posisi jabatan kelom­pok kerja pengadaan barang/ jasa Kota Tangsel tahun 2019,” jelasnya. (irm/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.