20 Anak di Tangsel Terlibat Kejahatan

Hasil Operasi Cipta Polres Tangsel

SERPONG, SNOL—Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beserta jajaran Pol­sek berhasil menangkap 54 orang dari berbagai kasus selama Desember 2017. Dari 54 orang ini semuanya sudah dija­dikan tersangka, yang 20 di antaranya merupakan anak-anak.

“Jenis kasus kriminalnya macam-macam, mulai dari penganiayaan, melakukan pencurian dan pem­beratan, pencurian dengan kekerasan, menguasai bahan peledak, dan membawa senjata tajam,” jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel, Ajun Komisa­ris Alexander Yurikho di Mapolres Tangsel, Jumat (22/12).

Lebih lanjut, Alex menjelaskan, dari beberapa kasus kriminal, pihaknya menyita puluhan senjata tajam berbagai jenis, bahan peledak potasium, tiga sepeda motor serta satu unit tele­pon genggam. Dari berbagai macam kasus kriminal di bulan Desember yang paling banyak ditangani adalah kasus kepemilikan senjata tajam.

“Untuk pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam dikenakan Undang-Undang Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman huku­man sampai dengan seumur hidup,” paparnya.

Barang bukti dan seluruh pelaku kini sudah diamankan di Polres Tangsel guna pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, Polres Tangsel juga mengamankan 70 orang seperti pengamen, anak punk dan tukang parkir liar.

Terkait 20 tersangka di bawah umur, pihaknya sudah melakukan koordinasi  dengan instansi terkait serta memanggil orang tua pelaku untuk dilakukan pendampingan dalam proses lebih lanjut. “Kita koordinasi dengan instansi ter­kait, PPA, Bapas. Bahkan sudah dipanggil para orang tua, dalam proses lebih lanjut,” tambahnya.

Kapolres Tangsel AKBP Fad­li Widiyanto mengatakan 20 pelaku kejahatan yang tertang­kap saat Operasi Cipta Kondisi sejak 1 Desember hingga 20 De­sember 2017 ini masih di bawah umur. “20 pelaku di bawah umur kedapatan membawa Senjata Tajam (Sajam) dan melakukan pencurian disertai dengan ke­kerasan,” ungkap Fadli.

Walikota Tangsel Airin Rach­mi Diany prihatin dengan banyaknya anak-anak yang tertangkap karena melaku­kan kejahatan. Menurut Airin, peran orang tua sangat diper­lukan dalam proses pendidi­kan dan pergaulan. Airin juga menyatakan, tidak mudah dalam mencetak generasi yang unggul tanpa peran orang tua yang maksimal. “Kita tahu, mendidik anak jaman seka­rang memang sulit. Oleh sebab itu, perlu strategi peran orang tua dalam membimbing putra-putri kita agar hal yang terjadi saat ini, tidak semakin banyak,” kata Airin di Mapolres Tangsel, kemarin.

Airin menyatakan, pihaknya akan terus melakukan sosia­lisasi akan pentingnya men­jaga dan memproteksi diri, baik dari media sosial, lingkungan yang negatif, dalam kehidupan sehari-hari. “Tadi saya tanya, kenapa bisa bawa sajam, dijaw­abnya karena ikut teman. Kita perlu terus pantau, pergaulan kita, bagaimana kita mempro­teksi diri dari hal-hal yang nega­tif, sehingga kita tidak terjeru­mus,” pungkasnya.

Pada bagian lain, Polres Tang­sel menyiagakan 1.200 personel untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018. Hari ini, per­sonel tersebut mulai bertugas di beberapa titik. “Ada kurang lebih 1.200 personel yang terdiri dari anggota Polri 975, TNI 270 dan masyarakat,” jelas Kapolres AKBP Fadli Widiyanto.

1.200 personel tersebut nanti akan disebar di objek penga­manan vital di seluruh wilayah hukum Polres Tangsel. Selain itu, Polres Tangsel juga akan membuka beberapa titik posko pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. “Ada tujuh pos penga­manan dan satu gereja besar di wilayah Pagedangan yang akan dijaga. Tujuan agar ma­syarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru bisa aman dan semua pos pengamanan terse­bar di wilayah hukum polres Tangerang Selatan,” paparnya.

Adapun posko-posko pelay­anan dan pengamanan yang dibuka berada di Gereja Christ Cathedral Pagedangan, Sum­marecon Mal Gading Serpong, Mall WTC Matahari Serpong, Giant Bintaro, Fly Over Ciputat, Gereja Katolik Barnabas Pondok Cabe Pamulang, Gereja Paroki St. Helena Binong, dan perem­patan Muncul, Setu, Tangerang Selatan.

Posko pengamanan tersebut akan mulai dibuka sejak Sabtu (21/12) hingga 10 hari ke depan dan pihak kepolisian akan ber­jaga selama 24 jam. Lebih lanjut Fadli menjelaskan bahwa pada pengamanan nanti para petu­gas juga akan membantu pen­gaturan lalu lintas, patroli, pen­indakan, dan pelayanan bagi masyarakat.

“Dalam satu pos pengamanan akan ada 54 personel gabungan yang berjaga agar masyarakat yang merayakan Natal dan Ta­hun Baru 2018 bisa berjalan lancar dan aman,” pungkasnya. (irm/dm/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.