Jumlah Pemudik di Tangsel Meningkat

Libur Natal dan Tahun Baru

PAMULANG, SNOL— Masa libur Natal dan tahun baru terjadi lonjakan penumpang arus mudik ke beberapa kota-kota besar di jawa tengah dan Jawa Timur. Lonjakan sejak sepakan lalu, namun puncaknya pada Jumat hingga Minggu ini.

Pantuan di Terminal Pondok Cabe, Jumat (22/12) kemarin, sejumlah perusahaan otobus mengoprasikan armada dengan maksimal dibandingkan dengan hari-hari biasa yang jauh lebih sedikit.
Salah satu dari Agen PO Gunung Mulia, Fansisko Xafelius Sadino menuturkan sejak sepekan telah terjadi lonjakan penumpang namun puncaknya hari Jumat dan diprediksi hingga Minggu. Sedangkan Senin saat Natal kembali normal dan setelahnya akan kembali terjadi lonjakan.

“Terjadi lonjakan penumpang terjadi sejak sepekan lalu hingga hari ini. Tapi puncaknya hari ini (kemarin) sebelum Natal terlebih ada libur bersama sehingga banyak warga pulang kampung,” katanya.
Pemesanan tiket telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, sedangkan penumpang yang tidak memesan sebelumnya jarang peroleh tiket. Pemesanan biasanya empat hari sebelumnya bisa melalui telpon atau datang langsung ke terminal Pondok Cabe.

“Rata-rata mereka sudah membeli tiket empat hari sebelum keberangkatan, bisa melalui telpon ada juga datang langsung,” tambah ia.
Banyaknya permintaan tiket untuk mudik, beberapa PO menaikan harga, berkisar Rp 15-20 ribu. kenaikan tiket ini tidak merata, tergantung dari perusahaan masing-masing. Adapun armada yang menaikan harga tiket antara lain,

Gunung Mulia jurusan Solo dan Wonogiri klas VIP harga normal Rp 165 ribu naik menjadi Rp 185 ribu. eksekutif dari harga normal Rp 210 ribu naik menjadi Rp 235 ribu. hal yang sama dialami oleh Maju Lancar jurusan Yogyakarta, ekonomi diharga Rp 130 ribu naik menjadi Rp 140 ribu demikian kelas VIP biasanya Rp 185 ribu naik menjadi Rp 200 ribu sedangkan eksekutif dari Rp 220 naik menjadi Rp 240 ribu.

“Karena banyak penumpang bus terlalu diforsil, sehingga butuh perawatan lebih dan biaya operasional lain. Namun hanya beberapa PO saja yang menaikan tidak semua,” tambah ia.
Para penupang yang datang di antaranya warga Ciputat, Pamulang, Sawangan dan Parung. Dalam satu hari mampu mengangkut penupang 100 orang semenjak lonjakan terjadi. menurutnya ini sudah cukup ramai, dari sebelumnya tentunya harapan kedepan akan terus ramai. “Ada 10 PO di terminal ini, masing-masing memiliki dua hingga empat armada yang memberangkatan penumpang. Ini sangat bagus,” tukasnya.

Terminal Pondok Cabe mulai beroperasi keberangkatan penumpang pukul 09.30 WIB dan paling sore 16.30 WIB. adapun tujuan kota-kota besar seperti Semarang, demak Jepara hingga Surabaya untuk kawasan utara. Untuk kawasan selatan, Yogyakarta, Solo, Wonogiri, Madiun, Magetan dan Pacitan.

Diprediksi, arus balik terjadi pada 2 Januari, bersamaan dengan masa masuk sekolah dimuali. Salah satu penumpang, Ardianto (20) warga Wates, Bojongsari Depok bersama tiga adiknya hendak ke Yogyakarta menuturkan akan berlibur ke tempat sudara. Dirinya telah memesan tiket jauh dari sebelumnya supaya lebih mudah dikhawatirkan penuh mengingat datangnya musim libur.
“Akan berlibur ke tempat sudara mumpung libur panjang. Kami memilih naik bus karena jarak dari rumah dengan terminal tak terlalu jauh. Semoga perjalanan lancar sampai tujuan,” tuturnya. (din/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.