Perdana Menteri Palestina: Terima Kasih

Menangkan Resolusi Yerusalem

JAKARTA, SNOL—Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki mengatakan, Resolusi Yerusalem yang didukung oleh Majelis Umum PBB ini tidak berarti Palestina memusuhi Amerika Serikat (AS).
Sesungguhnya, ujar dia, Resolusi Yerusalem adalah upaya menyerukan suara mayoritas masyarakat internasional. “Ini diwujudkan oleh reaksi rakyat dan pemerintah-pemerintah di seluruh dunia,” katanya seperti dilansir Al Arabiya, Jumat, (22/12).

Al-Malki mengucapkan terima kasih kepada negara-negara Arab, negara-negara Muslim, dan Gerakan Non Blok (GNB) yang menyerukan agar pertemuan darurat di PBB ini dilakukan.
Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara karena AS memveto keputusan Mesir yang meminta Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan pengakuannya terhadap Kota Yerusalem di Dewan Keamanan PBB.

Menurut Malki, keputusan AS tentang Yerusalem memicu perasaan religius Muslim dunia dan melayani kepentingan Israel. AS terlihat jelas berpihak pada Israel.

“Amerika Serikat melewatkan kesempatan untuk membatalkan keputusannya. Amerika juga mengabaikan seruan masyarakat internasional untuk menghormati legitimasi internasional,” kata Malki.
Sikap AS malah berbalik dengan membawa kemenangan untuk Palestina. Rakyat Palestina akan terus memperjuangkan negara Palestina merdeka dari penjajahan Israel.

Israel dan sekutunya As sangat kecewa dengan hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB yang mendukung Resolusi Yerusalem. Berdasarkan pemungutan yang dilakukan Majelis Umum PBB, sebanyak 128 negara setuju Resolusi Yerusalem. Sembilan negara menolak dan 35 negara lainnya abstain. (ce1/met/jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.