Delapan Pantai Rawan Kecelakaan

Sering Makan Korban Wisatawan

SERANG, SNOL—Relawan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten merilis titik pantai yang rawan terjadi kecelakaan laut di Provinsi Banten yang tersebar di wilayah Kabupaten Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak. Berdasarkan catatan dan pengamatan Balawista Banten, terdapat delapan pantai yang rawan kecelakaan dan sering memakan korban wisatawan di sepanjang pantai di Banten.

Delapan pantai tersebut yaitu di Kabupaten Serang antara lain Pantai Bulakan Cinangka,  Pantai Pasauran Cinangka, Kabupaten Pandeglang  Pantai Matahari Carita,  Pantai Sambolo Carita. Kabupaten Lebak Pantai Karangmalang Binuangen, Pantai Bayah dan Pantai Pulau Manuk. Kemudian Kota Cilagon yakni Pantai Salira.

“Pantai-pantai itu dikatakan rawan karena sering terjadinya kecelakaan dan lokasi berarus,” kata Ketua Balawista Banten, Ade Ervin, Senin (25/12).

Disinggung mengenai jumlah pengunjung yang datang ke wisata pantai di Banten pada libur panjang natal ini, Erwin mengaku sampai saat ini pengunjung tidak begitu ramai. Meskipun cuaca cerah.

“Untuk natal memang biasanya tidak begitu ramai, tapi berapa jumlah pengunjungnya masih kita rekap datanya, kami juga hanya menghitung jumlah wisatawan kawasan wisata umum, kalau seperti hotel kami gak hitung, itu PHRI,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Balawista Banten, Lulu Jamaludin  mengimbau kepada wisatawan untuk lebih waspada saat menghabiskan waktu liburan di beberapa pantai tersebut. Terlebih, tahun ini cuaca sedang tidak baik, sehingga kondisi ombak di kawasan wisata tersebut relatif tinggi. “Senantiasa lah berhati-hati, taati peraturan di lokasi Pantai tempat beRlibur,” katanya.

Ia menyarankan, wisatawan yang akan berenang agar menggunakan pelampung bertali, serta pakaian layak berenang dan mematuhi arahan dan imbauan petugas penyelamat.“Yang terpenting, masuk lah ke kawasan yang memiliki petugas keamanan atau fasilitas keselamatan. Kami dari Balawista Banten sudah menerjunkan 150  anggota yang disebar di sejumlah titik wisata, khususnya di kawasan pantai yang rawan kecelakaan,” pungkasnya. (sidik/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.