MV Centaurus Berhasil Dievakuasi

CILEGON, SNOL—Setelah dua pekan kandas di Perairan Ciwandan, akhirnya kapal MV Centaurus Dream yang mengangkut 176 ribu ton pelet biji besi impor milik PT Krakatau Posco sudah dapat dievakuasi.

Sebelum dievakuasi, pemilik kapal berbedera Jepang bersama Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten melakukan pemindahan muatan dengan menggunakan 12 kapal pembantu.

Kabid Keselamatan Berlayar dan Penjagaan Patroli KSOP Banten, Diaz Saputra membenarkan, jika kapal MV Centaurus sudah berhasil dievakuasi dan kapal langsung ditarik mendekati Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).

“Kapal MV Centaurus Dream yang kandas sudah berhasil dievakuasi dan diitarik pukul 07.15 WIB,  kemarin (Kamis, red),” ungkap Diaz, Jumat (22/12).

Sekalipun telah berhasil dievakuasi, kapal tersebut masih belum dapat disandarkan di Pelabuhan KBS, karena masih perlu dilakukan pemeriksaan guna memastikan adanya kebocoran di bagian bawah kapal, lantaran bodi kapal diduga saat tersangkut karang.

“Untuk sementara diengkerkan dulu, untuk di survey di underwater (bawah air, red) apa ada kerusakan atau kebocoran pada lunas kapal tersebut,” imbuh Diaz.

Sementara itu, Kasi Patroli dan Penjagaan pada KSOP Banten, Amarullah menambahkan, proses evakuasi kapal berjalan tanpa kendala. Saat ini kapal tengah diengkerkan dan diawasi oleh KSOP untuk memastikan kapal dalam kondisi aman sebelum bongkar muat barang di lakukan di KBS.

“Kapal patroli KN 530 KSOP masih mengawasi kapal yang diengkerkan. Kemarin proses evakuasi berjalan tanpa masalah. Evakuasi dibantu semua kapal bantuan,  termasuk dibantu Tugboat Gunung Cipala dan Tugboat Martha Green,” papar Amrullah.

Sementara terkait 12 kapal besar yang sebelumnya membantu proses evakuasi, sambung Amarullah, sudah tidak membantu secara penuh. Bilamana kapal setelah dicek dan diperiksa aman, maka kapal sudah dapat disandarkan di KBS untuk membongkar muatan yang tersisa.

“Kapal tugboat Coral dan Logindo membantu menarik kapal. Posisi kapal sekarang di dekat Cigading. Jadi bila tidak ada kebocoran, kapal bisa langsung bongkar di pelabuhan,” urai Amrullah.

Perlu diketahui, Kapal MV Centaurus Dream kandas di Perairan Ciwandan,  Cilegon, Kamis (7/12) pekan lalu. Diduga, kandasnya kapal berbendera Jepang bermuatan pellet biji besi itu mengalami kebocoran karena menghantam karang ketika hendak bersandar di Pelabuhan KBS.

Insiden kandasnya MV Centaurus Dream di Perairan Ciwandan terjadi pada pukul 01.35 WIB dini hari. Sebelum kandas, kapal bemuatan 176.772 ton metrik kubik pellet biji besi yang diimpor PT  Krakatau Posco itu tengah dijadwalkan melakukan bongkar muat dari Port Hedland,  Australia Barat ke Pelabuhan KBS.

Saat hendak masuk ke Pelabuhan KBS, kapal yang dinakodai oleh Kapten Romelo Maderazo dan dipandu oleh  Kapten Masduki dari pihak pemanduan kapal PT KBS itu, seketika diterjang arus laut yang kuat. Secara bersamaan, kuat dugaan kapten pandu KBS yang ketika itu memandu kapal tidak mengetahui peta laut di perairan itu.

Akibatnya, kapal terbawa arus di perairan dangkal dan diduga menubruk karang dan mengakibatkan bodi kapal bagian bawah sobek dan kapal langsung kandas. Kemudian, Mitsui O.S.K Lines Ltd selaku pemilik kapal bersama KSOP Banten berupaya mengevakuasi dengan memindahkan sementara muatan ke kapal pengganti.

12 kapal bantuan baik, kapal crane, tongkang, tugboat besar dan kapal lainnya, dikerahkan untuk membantu pemindahan dan pengangkatan 19 ribu ton agar kapal dapat keluar dari posisi kandas. (nal/eky/bnn/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.