Pemberantasan Narkoba Terkendala Anggaran

TANGERANG, SNOL—Sebanyak lima kasus narkoba diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang sejak berdiri April lalu. Kelima laporan kasus narkotika (LKN) itu tak diselesaikan BNN Kota Tangerang lantaran tak memiliki anggaran. BNN Kota Tangerang me­limpahkan sejumlah LKN ke BNN Provinsi.

Upaya pemberantasan narkoba BNN Kota Tangerang disebut be­lum maksimal lantaran keterba­tasan anggaran. Ketua BNN Kota Tangerang, AKBP Akhmad men­gatakan, sejak berdiri pihaknya hanya mengandalkan dana hibah untuk operasional sehari-hari. Hal tersebut, jelasnya, ditambah ket­erbatasan personel Polri di tubuh BNN Kota Tangerang.

“Target (pertahun) belum ada. LKN (sepanjang April hingga akhir Desember) ada lima. (Sebanyak) empat dilimpahkan ke BNNP DKI (Jakarta), satu ke BNNP Banten,” kata Akhmad beberapa waktu lalu.

Pelimpahan LKN, kata Akhmad, disebabkan pihaknya tak memi­liki penyidik. Akhmad menjelaskan BNNK Tangerang hanya mampu melakukan proses lidik. AKBP Akh­mad terhitung sebagai anggota Polri satu-satunya di BNNK Tangerang se­jauh ini.

“Saya berharap 4 orang (anggota Polri). Kompolnya satu dan tiga brig­adir,” harap Akhmad.

Dana hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, dikatakan Akhmad, dimanfaatkan untuk keg­iatan non-berantas. Dia menyebut, pihaknya sudah melakukan 61 kali sosialisasi bahaya narkoba di Kota Tangerang. Sosialisasi, terangnya, menyasar sekolah serta instansi pemerintahan.

“Kita fokuskan dana yang tersedia untuk P4GN (Pencegahan Pember­antasan Penyalahgunaan dan Pere­daran Gelap Narkoba). Sosialisasi dengan jumlah 6.454 orang (peser­ta). Kita rehabilitasi 46 orang, dan dua (diantaranya) minta direhabili­tasi. Mayoritas korban penyalahgu­naan sabu,” ujarnya.

Kendati tak memiliki anggaran be­rantas, Akhmad mengklaim, BNNK Tangerang terbanyak mengungkap LKN di Banten. Dalam penyelidikan, Akhmad mengaku terjun langsung ke lapangan lantaran tak ada anggota Polri selain dirinya.

“Tetapi memang kami kerja kami buktikan kepada pimpinan, bahwa kami ada di masyarakat untuk me­lindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” katanya.

Akhmad juga menyebut, angga­ran dari APBD Banten untuk BNNK Tangerang dipastikan tak tersedia di tahun 2018. Padahal, menurutnya, BNNK Tangerang membutuhkan dana sebesar Rp 1,3 miliar untuk ke­giatan non-berantas. “Kalau perso­nel kita lengkap, (dibutuhkan dana) sebesar Rp 1,3 miliar untuk non berantas, lidik, sidik, pemusnahan dan penyerahan BAP atau P21 tahap dua,” jelasnya.

Salah satu anggota BNNK Tangerang, Reza mengaku tak jarang merogoh kocek pribadinya lantaran tak ada anggaran berantas. “Tidak ada anggaran pemberantasan. Yang pasti kita kolektif. Jangan ditanya loy­alitas kita untuk negara,” tegasnya. (irfan/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.