Duit Miliaran Raib Digasak Maling

Kawanan Pencuri Juga Curi Mobil

BATUCEPER, SNOL—Sukacita Natal Kota Tangerang diusik aksi pencurian spesi­alis rumah kosong (rumsong) di salah satu rumah mewah, Perumahan Budi Indah, Poris, Batuceper, Selasa (26/12). Uang miliaran rupiah serta satu unit mobil raib diembat kawanan pencuri. Kasus pencurian ini justru muncul di saat pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru digalakkan kepolisian.

Hendayat Dahlan (55) kaget bukan kepalang mendapati rumahnya, di Jalan Semeru RT 01 / RW 07 Budi Indah Blok B31, berantakan bak kapal pecah. Belum usai terkejut, pikiran Dahlan tertuju pada brankas, penyimpanan uang yang tak lagi di tempat. Brankas seberat ratusan kilo­gram itu hilang beserta isinya.

Kejadian yang menimpa pegawai swasta pabrik onderdil motor itu di­duga terjadi di antara pukul 13.00 hingga 20.00 WIB. Pada saat itu, keluarga Dahlan tengah mengunjungi rumah saudaran­ya. Sudah men­jadi kebiasaan, Dahlan menin­ggalkan rumah tanpa mengunci pagar rumah.

Sejumlah ba­rang berharga yang dibawa mal­ing ditaksir berni­lai miliaran rupi­ah. Kanit Reskrim Polsek Batuceper, Iptu Imron Ma­sadi menyebut, barang berharga tersebut di anta­ranya uang tu­nai 15.000 dolar Amerika, 13.000 ringgit Malaysia, dan Rp 60 juta. Imron menduga, aksi tersebut dilakukan kawanan.

“Itu kan brangkas berat, kalau dibawa kemungkinan dilakukan oleh lebih dari 3 orang,” ungkapnya ditemui di lokasi.

Perumahan yang terletak di perba­tasan Tangerang dan Jakarta ini dise­but RT 01/09 Edo terbilang aman. Dia menyebut, kejadian pencurian terakhir kali terjadi tujuh tahun silam. Peruma­han itu, sambung Edo, hanya memiliki satu akses jalan keluar-masuk. Selain itu, tambahnya, terdapat dua pos pen­jagaan berlapis di muka perumahan.

“Di sini cuma ada satu gerbang, di­jaga sekuriti 24 jam,” jelasnya. Sebab itu pula, Edo menduga Dahlan terbiasa tak mengunci ganda rumahnya.

Namun kelenggangan serta kelen­gahan warga setempat dimanfaatkan kawanan pencuri itu dengan cekatan. Iptu Imron menyebut, pihaknya belum menemukan banyak bukti di tempat ke­jadian perkara (TKP). Rekaman CCTV yang sedianya terletak di kamar korban ikut digasak maling. Bukti sidik jari, kata Imron, belum ditemukan di TKP.

“Ini diduga maling spesialis rumsong. Kita mengandalkan barang bukti lain di luar TKP. Masih kita dalami,” tukasnya. (irfan/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.