2,6 Juta Orang Daftar CPNS

Diterima Cuma 37 Ribu Orang

JAKARTA,SNOL- Menteri Pendayagu­naan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menyebutkan kouta penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2017 sebanyak 37 ribu orang. Dari jumlah itu, 3.700 orang di antaranya merupakan lulusan dengan nilai cumlaude.

“Jadi 37 ribu itu, saya syaratkan sepu­luh persennya adalah anak-anak yang berasal dari lulusan cumlaude. Jadi lebih kurang 3.700 orang anak-anak yang berasal dari lulusan cumlaude,” kata dia usai menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musren­bang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2017-2022 di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).

Asman melanjutkan, kuota CPNS dari lulusan nilai cumlaude itu untuk meningkatkan kinerja lembaga atau ke­menterian. Nantinya, para lulusan cum­laude yang diterima akan disebar di 40 lembaga atau kementerian. “Ini sistem rekrutmen yang kami lakukan seka­rang. Nah, kemudian dari 37 ribu orang itu yang mendaftar ada sekitar 2,6 juta orang. Jadi kami memilih 37 ribu orang dan saya yakin kami akan mendapat pegawai-pegawai pilihan,” jelasnya.

Di samping itu, Asman menegaskan, rekrutmen PNS tidak boleh menggunakan sistem terdahulu. Menurutnya, pada masa lampau, banyak PNS yang masuk tanpa melewati rekrutmen sehingga hal itu memengaruhi kinerja suatu lembaga.

“Dulu ada PNS yang diterima tanpa tes. Nah, untuk itu saya ingin menyam­paikan pada kesempatan ini bahwa sistem rekrutmen harus kami perbaiki,” tandas Asman.

Pada 2018 nanti, Kemen-PANRB akan mengadakan penerimaan CPNS seki­tar 218.000 orang. “Tahun 2018 akan ada pengadaan penerima CPNS jumlahnya tidak lebih dari jumlah yang pensiun, itu sekitar 218 ribu orang,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Pub­lik Kemen PANRB, Herman Suryatman.

Kemen-PANRB akan memfokuskan pada formasi-formasi yang spesifik. For­masi ini disesuaikan dalam rangka mewu­judkan program nawa cita Presiden.

“Akan ada pengadaan termasuk un­tuk daerah dan difokuskan pada forma­si, tenaga kesehatan, guru dan formasi yang spesifik sesuai dengan instansi dalam rangka mewujudkan nawa cita,” kata Herman. (ce1/rgm/tan/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.