6.855 Napi di Tangerang Dapat Remisi

SERANG, SNOL—Sebanyak 6.855 narapidana di Tangerang mendapatkan remisi (poton­gan masa hukuman) Hari Raya Natal 2017 dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manu­sia (Kemenkum HAM) RI. Para napi dan tahanan tersebut me­mang beragama Protestan dan Katholik.

Jumlah tersebut terbanyak dibandingkan narapidana dari wilayah lain di Banten. Ber­dasarkan data dari Kanwil Ke­menkum HAM Banten,9.294 tahanan dan narapidana asal wilayah Banten mendapatkan remisi.

Dari 9.294 napi itu, sebanyak 2.365 orang berasal dari Lapas Kelas I Tangerang, LPKA Ke­las I Tangerang sebanyak 101 orang, Lapas Kelas II A Pemuda Tangerang sebanyak 2.414 orang dan Lapas Kelas II A Perem­puan Tangerang berjumlah 366 orang. Selain itu Lapas Kelas II A Serang berjumlah 646 orang, Lapas Kelas II B Anak Perem­puan Tangerang berjumlah 279 orang, Lapas Kelas III Cilegon berjumlah 666 orang, Rutan Ke­las I Tangerang berjumlah 1.609 orang, Rutan Kelas II B Serang berjumlah 440 orang, Rutan Kelas II B Pandeglang sebanyak 188 orang dan dari Rutan Kelas II B Rangkasbitung sebanyak 220 orang.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Banten Ajup Suratman mengatakan, semua napi dan tahanan yang mendapatkan re­misi Natal adalah mereka yang telah menjalani masa huku­man minimal dua pertiga dari total hukuman yang dijalani. Mereka mendapat potongan masa hukuman karena menun­jukkan sikap baiknya selama di tahanan.

“Jadi kita tak sembarang memberikan remisi ada aturan­nya yang kita gunakan sesusia ketentuan aturan dan perun­dang-undangan yang berlaku,” kata Ajup, Selasa (26/12).

Para tahanan dan napi yang mendapatkan remisi Natal tersebut dari berbagai kasus mulai dari pencurian, pencuri­an dengan pemberatan (curat), pembunuhan, penipuan, nar­koba dan lain-lain.

“Umumnya mereka yang mendapatkan remisi Natal pal­ing sedikit selama 15 hari dan paling banyak selama 1 bulan,” tukasnya.

Remisi Natal yang diberikan pemerintah kepada para napi dan tahanan tersebut bisa di­jadikan oleh mereka sebagai manifestasi untuk intropeksi diri dan tidak akan mengulanginya lagi perbuatan tercela itu ketika mereka telah bebas.

“Kita juga berharap kepada masyarakat untuk menerima warga yang mantan tahanan atau napi, karena tidak semua mantan napi atau tahanan kem­bali ke masyarakat mereka ber­buat onar lagi. Dan tidak ada jaminan juga warga yang belum merasakan jeruji besi mereka ti­dak berbuat onar,” tukasnya.

Oleh karena itu, Ajup ber­harap warga masyarakat bisa sa­ling mengingatkan untuk kebai­kan. “Dalam ajaran agama Islam juga haram hukumnya kita salig tolong menolong dalam keburu­kan dan perbuatan tercela,” tu­kasnya.

Salah seorang keluarga napi di wilayah Kota Serang yang mendapatkan remisi Natal ber­nama Dominikus Firono (37) menyatakan, dirinya menyam­but baik keluaganya yang di­tahanan mendapatkan remisi Natal. Ia berharap keluarganya bisa berubah ke arah lebih baik, sehingga ke depannya keluar­ganya itu menjadi orang yang baik.

“Saya selalu berdoa, semoga ke depan kita juga menjadi lebih baik,” imbuhnya. (ahmadi/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.