IPM Lebak Paling Rendah

SERANG,SNOL-Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di dua wilayah yakni Lebak dan Pandeglang cukup rendah. Lebak sebesar 63,54 dan Pandeglang 64,09.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina mengatakan, angka tersebut berbanding sangat jauh dibandingkan enam daerah lainnya di Banten. Untuk Kabupaten Tangerang saja mencapai 70,83, Kabupaten Serang 65,63, Kota Tangerang 77,35, Kota Cilegon 71,77, Kota Serang 71,77 dan Kota Tangsel 81,45.

Menurutnya, sesuai dengan batas minimum yang diatur oleh pemerintah pusat, untuk IPM warga yang ada di kabupaten minimal 65 sedangkan untuk kota minimal 70. Rendahnya IPM di Lebak dan Pandeglang diduga karena dua daerah tersebut mengenyam sebagai daerah tertinggal di Banten, mengingat masih banyak infrastruktur jalan yang rusak, sarana pendidikan yang belum memadai dan sektor kesehatan yang belum bisa dijangkau masyarakat. “Untuk Kabupaten Serang mestinya juga ditingkatkan IPM, mengingat Kabupaten Serang bukan merupakan daerah tertinggal,” kata Hudaya, Rabu (27/12).

Dikatakan Hudaya, Pemkab di daerah yang bersangkutan juga harus berinovasi tidak hanya menjual kemiskinan sebagai barang dagangan. Daerah yang tertinggal bisa maju jika kepala daerah yang bersangkutan dibantu jajarannya mampu berinovasi dengan menggenjot sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.

“Kenyataan ini pernah dibuktikan oleh Bupati Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Hal yang sama saya rasa Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bisa melakukannya,” tukasnya.

Saat disinggung upaya yang dilakukan Pemprov Banten untuk menaikan IPM di dua daerah tersebut, Hudaya mengaku, memberikan bantuan keuangan (bankeu), mengambil alih infrastruktur jalan jika diserahkan oleh daerah yang bersangkutan, mengajukan penurunan program ke pemerintah pusat dan lain-lain.

“Pada Intinya, setiap daerah memiliki peluang untuk bangkit, yang terpenting ada kemauan dari kita semua,” tukasnya.

Sementara itu, Sekda Banten Ranta Soeharta menyatakan, persoalan IPM di setiap provinsi memang bervariatif terutama wilayahnya yang masih ada daerah tertinggal. Oleh karena itu, butuh kerja keras dari semua pihak untuk menaikan IPM.

“Indikator pengukuran IPM kan bisa dilihat dari tingkat kesejahteraan warga dan akses mereka dalam memperoleh pelayanan publik. Ke depan kita harus optimis persoalan ini bisa segera kita atasi,” imbuhnya. (ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.