Serangan Hama Wereng Makin Meluas di Pantura

MAUK, SNOL- Hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang menyerang area pertanian padi di Pesisir Pantai Utara (Pantura) kabupaten Tangerang se­makin meluas. Jika sebelumnya me­nyerang area pertanian padi di Desa Kedung Dalem dan Desa Sasak, Keca­matan Mauk kini ternyata hama yang merusak batang dan biji padi tersebut juga menyerang area pertanian padi di Kecamatan Sukadiri dan Sepatan.

Penyuluh Pertanian pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kabupaten Tangerang Dadang membenarkan serangan hama wereng yang semakin meluas. Menurut Dadang serangannya sangat cepat meluas karena hama wereng tersebut sangat cepat untuk bermi­grasi dari satu wilayah area pertanian ke wilayah pertanian lainnya.

“Serangan hama WBC bukan saja terjadi di kecamatan Mauk saja tetapi ke area pertanian Sukadiri dan Sepa­tan. Namun namun berapa total jum­lah area pertanian yang terserang hama WBC ini kami tengah melaku­kan pendataan,” kata Dadang saat dihubungi Satelit News melalui tele­pon, Rabu (27/12).

Selain cepatnya dalam bermigrasi, lanjut Dadang meluasnya serangan hama wereng ini juga akibat dari faktor alam yang terjadi sekarang ini yaitu terjadi pancaroba. Kondisi pancaroba tersebut membuat hama WBC semakin cepat berkembang biak.

Dadang menjelaskan, sebenarnya serangan hama WBC bisa dihentikan dengan cara disemprot insektisida. Itu juga, bila kondisi padi belum ber­bunga. “Bila hama WBC menyerang padi yang sudah berbunga memang sulit dibasmi. Alternatifnya adalah hanya melindungi penyebaran hama WBC terhadap padi yang belum terserang,” tuturntya.

Dadang mengaku, pihaknya su­dah melakukan peyuluhan terhadap para petani di Pantura agar padi tidak terserang hama WBC diantaranya melakukan penanaman serentak juga menyampaikan ke Penyuluh Perta­nian Lapangan (PPL) bila ditemukan tanda serangan WBC. “Sebetulnya, kita juga sudah menyampaikan ke petani tandatanda padi akan diserang hama WBC, diantaranya bila ada rombon­gan binatang walet beterbangan di atas area pertanian itu bisa dipastikan akan ada serangan hama,” ujarnya.

Dadang menambahkan, PPL dan petani di Pantura terus bekerja keras untuk membasmi serangan hama WBC semakin meluas ke area pertanian kecamatan yang lain. Dengan hal ini diharapkan informasi serangan awal hama WBC lebih mudah dibasmi dari­pada hama WBC sudah terjadi. “Un­tuk area pertanian di Teluknaga dan Kosambi serangan awal hama WBC sudah bisa dibasmi sebab petani dua kecamatan tersebut meyampaikan awal serangan hama WBC,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, Salah seorang Petani Desa Sasak, Kecamatan Mauk Zulhadi mengatakan seran­gan hama wereng terjadi sekira dua minggu lalu. Walaupun singkat jelas Zulhadi namun serangannya sudah mengakibatkan padi miliknya mengalami gagal panen akibat padi yang ditanamnya tidak berbuah. Hal tersebut tentu berdampak pada pendapatan hasil panen padi para petani menurun. “Liat saja, dahan padi yang harusnya berwarna hi­jau berubah menjadi kuning akibat terserang hama wereng,” keluhnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan Petani di dua desa di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang yaitu Desa Sasak dan Desa Kedaung dalam terancam gagal panen. Penyebabnya, banyak bulir padi yang mereka ta­nam terserang hama wereng coklat. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.