Harga Sembako Merangkak Naik

CILEGON, SNOL – Menjelang libur tahun baru 2018, berbagai kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Cilegon mulai merangkak naik. Kenaikan harga itu mulai terjadi sejak sepekan terakhir.

Hingga kini, kenaikan harga sembako sudah mencapai 50 persen dari harga normal dan dikhawatirkan akan terus merangkak naik. Kondisi itu dikhawatirkan akan memicu akan terjadinya penurunan animo atau daya beli masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa komoditi yang mengalami kenaikan antara lain, cabe merah keriting yang sebelumnya Rp32.000 perkilogram saat ini mencapai Rp40.000 perkilogram, begitupun dengan harga cabe rawit merah yang sebelumnya Rp25.000 saat ini menjadi Rp50.000 perkilogram.

Bawang putih yang sebelumnya Rp20.000 ribu perkilogram menjadi Rp23.000, cabe merah TW sebelumnya Rp28.000 perkilogram saat ini Rp34.000, daging ayam broiler dari Rp33.000 perkilogram menjadi Rp36.000 perkilogram dan bawang merah yang sebelumnya Rp20.000 perkilogram menjadi Rp24.000 perkilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Kranggot, Abusori menyatakan, kenaikan harga sembako ini sudah mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Dirinya beranggapan, bahwa kenaikan harga tersebut bisa memicu penurunan daya beli masyarakat.

“Kenaikan ya sudah terjadi dua hari lalu. Sebelumnya sih udah normal pasca natal dan sekarang naik lagi. Enggak tanggung-tanggung naiknya bisa mencapai 50 persen dari biasanya,” kata Abusori, kemarin.  Ia tidak menampik jika kenaikan harga sudah mulai dikeluhkan oleh masyarakat. Untuk itu, dirinya berharap ada upaya dari Pemerintah atau Satgas Pangan untuk memantau dan menekan kenaikan harga tersebut.

“Dari Pemda sih belum ada pengecekan atau tinjauan di pasar. Saya sih ingin ada Pemerintah maupun Satgas Pangan bisa ngecek ke lapangan langsung. Saya sih takutnya, ada permainan harga dilakukan oleh tengkulak maupun pihak-pihak lain yang mempermainkan harga, sehingga meresahkan pembeli dengan kenaikan tersebut,” tambahnya.

Sementara, Kasi Stabilitas Harga pada Disperindag Kota Cilegon, Ikhsan Hasibuan membenarkan, jika telah terjadi kenaikan harga sambako di sejumlah pasar tradisional di Kota Cilegon. Meski demikian, dirinya mengklaim, kondisi tersebut tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. “Meskipun ada kenaikan harga tidak akan mengurangi daya beli masyarakat. Kan masyarakat butuh makan, jadi enggak mungkin mereka mengurangi kebutuhan tersebut,” ucap Ikhsan.  Ikhsan menyatakan, bahwa disitribusi komoditi ke sejumlah pasar di Kota Cilegon berjalan lancar.  “Yah enggak masalah. Pengirimannya sih enggak akan berpengaruh apapaun. Lancar kok pengirimannya sampai saat ini,” tukas Ikhsan.(eua/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.