Narkoba Dibakar, Senpi Dikubur

Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan di Kejari

PANDEGLANG,SNOL– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pandeglang me­musnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum berupa narkotika jenis ganja, kristal metamfetamina, obat heximer, dan tramadol, uang palsu, Senjata Api (Senpi), hingga bahan peledak. Ba­rang bukti yang dimusnahkan itu berasal dari kasus yang ditangani periode Januari hingga Desember 2017 dan  sudah me­miliki kekuatan hukum tetap.

Kepala Kejari Pandeglang, Nina Kartini mengungkapkan, pemusnahan barang bukti ini adalah sebuah kewajiban Kejak­saan sebagai eksekutor untuk mengek­sekusi barang bukti dari amar putusan pengadilan melalui pemusnahan.

“Tentunya pemusnahan ini sudah mempunyai ketetapan hukum tetap, tidak ada lagi upaya hukum. Maka kami wajib melaksanakan amar putusan dari Penga­dilan Negeri untuk dilaksanakan ekseku­si,” kata Nina diselasela pemusnahan di halaman Kejari Pandeglang yang didam­pingi Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono, Sekda Pandeglang Ferry Hasanudin, Dandim 0601 Pande­glang, Letkol Inf Fitriana Nur Heru Wiba­wa, Kepala Rutan Kelas IIB Pandeglang, Heri Kusrita, dan Ketua MUI Pandeglang, Tubagus Hamdi Maani, Jumat (29/12).

Menurutnya, selain kewajiban men­jalankan amar putusan, pemusnahan ini dilakukan agar tidak digunakan kem­bali oleh pihakpihak tidak bertanggung jawab sehingga tidak lagi timbul perka­raperkara tindak pidana. “Pemusnahan ini dilakukan dengan cara dibakar. Kalau senjata tajam dipotong nanti dikubur dan dicor di tanah supaya tidak digunakan oleh pihakpihak tidak bertanggung­jawab sehingga tidak timbul lagi perka­raperkara tindak pidana,” jelasnya.

Adapun rincian barang bukti yang dimusnahkan ungkap Nina, meliputi narkotika jenis ganja dengan berat kurang lebih 44 gram, narkotika jenis kristal metamfetamina dengan jumlah 57 gram, obat tramadol dan Hexymer sebanyak 830 butir, 3 buah senjata api.

“Kemudian ada bahan peledak sisa penyisihan dari Dit Pol Air Polda Banten, serta uang palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 15 lembar. Kesemua barang bukti itu didapatkan dari 40 kasus yang ditangani kejaksaan,” pungkasnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menyatakan, pe­musnahan barang bukti yang dilaku­kan Kejari Pandeglang itu bagian dari pertanggungjawaban yang mesti dilak­sanakan. Selain itu, bagian pengamalan informasi publik agar semua elemen masyarkat mengetahui.  “Ini bagian bukti kinerja aparat penegak hukum yang sudah melaksanakan tugasnya dan ini hasilnya yang dimusnahkan. Tentu saja barang bukti yang dimusnah­kan saat ini telah memiliki ketetapan hukum agar tidak disalahgunakan oleh siapapun,” katanya. (nipal/jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.