11 Karyawan Bobol Pabrik Handphone

PT Vivo Mobile Rugi 4 Miliar Rupiah

CIKUPA, SNOL—Pabrik perakitan handphone PT Vivo Mobile Indonesia di Cikupa Mas 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang dibobol karyawannya sendiri. Sebelas karyawan mulai dari staf gu­dang, sopir hingga sekuriti melakukan pencu­rian yang menyebabkan perusahaan menderita kerugian 4 miliar rupiah.

Kapolsek Cikupa Kompol Idrus Madaris men­gatakan terbongkarnya kasus tersebut dimulai dari laporan pihak manajemen PT Vivo Mobile Indonesia. Perusahaan tersebut mengaku kerap mengalami kerugian setiap bulan akibat ke­hilangan suku cadangnya.

PT Vivo Mobile Indonesia melaporkan kejadi­an itu ke Polsek Cikupa dengan membawa alat bukti berupa rekaman CCTV. Kasus pencurian oleh karyawan itu akhirnya berhasil ditangani oleh polisi.

”Jumlahnya ada 11 pelaku. Semuanya adalah karyawan PT Vivo Mobile Indonesia sendiri,” kata Idrus kepada Satelit News, kemarin.

Tujuh dari 11 pelaku sudah ditangkap aparat Polsek Ciku­pa. Mereka harus meringkuk di balik jeruji besi untuk sementa­ra. Sedangkan 4 pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Menurut Idrus, pencurian dilakukan para karyawan ter­hadap barang berupa sparepart handphone yang tersimpan di gudang maupun yang hendak diantarkan. Pelaku terbukti secara bersama-sama telah melakukan pencurian. Kata dia, pencurian dilakukan pada siang hari, sehingga tidak menimbul­kan kecurigaan kepada kary­awan yang lainnya.

Dari hasil kejahatannya itu, kata Idrus, para pelaku bisa me­miliki rumah mewah dan mo­bil. Dari keterangan para saksi, tiga unit kendaraan terpaksa diamankan polisi.

“Pelaku bisa membeli mo­bil dan barang mewah seperti rumah di kawasan Cikupa yang harganya bisa mencapai mili­aran rupiah. Untuk sementara ini, baru tiga mobil yang kita (polisi,red) amankan sebagai barang bukti hasil kejahatan para pelaku,” katanya.

Labih jauh Idrus mengatakan, barang-barang curian itu, setelah dicuri dari pabrik, nantinya akan dirakit kembali untuk dipasar­kan sebagai barang gelap. Akibat kejadian itu, perusahaan harus menanggung kerugian men ca­pai Rp4 miliar lebih.

Atas perbuatan para pelaku di­jerat pasal 363 jo 374 dengan an­caman hukuman penjara maksi­mal 7 tahun penjara. “Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap 4 pelaku lain, yang berperan sebagai penadah, juga karyawan pabrik,” katanya

Labih jauh Idrus mengatakan, setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap para pelaku, tidak menu­tup kemungkinan rumah-rumah dari milik pelaku juga akan disita apabila memang terbukti benar di­beli dari hasil kejahatannya.

“Nanti akan terus ditelusuri dari hasil pengumpulan dari semua keterangan pelaku,” tan­dasnya. (mg1/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.