9.842 Botol Miras Dimusnahkan

Hasil Ops Pekat di Jalan Raya

PANDEGLANG,SNOL–Ribuan botol Minuman Keras (Miras) berbagai merk, hasil razia Ops Pekat Polres Pandeglang dalam rangka cipta kondisi dan antisi­pasi jelang perayaan malam pergantian tahun, dimusnahkan dengan dilindas menggunakan alat berat roller disekitar halaman Alun-alun Pandeglang, Min­ggu (31/12) lalu.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Am­stono, Abuya Muhtadi Cidahu, Dandim 0601 Pandeglang Letkol [Inf] Fitriana Nur Heru Wibana dan para tokoh ma­syarakat setempat.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lu­trianto Amstono menyatakan, Miras yang dimusnahkan merupakan barang bukti yang berhasil disita pada saat giat Ops Pe­kat yang dilakukan jajarannya. “Jumlahn­ya mencapai sekitar 9.842 botol. Intinya, yang paling penting itu kita harus bisa mencegah miras beredar di masyarakat. Makanya, miras yang saat ini dimusnah­kan kami dapatkan bukan di toko, bukan konsumen, melainkan kami dapatkan di jalan,” kata AKBP Indra, Minggu (31/12).

Menurutnya, penangkapan miras yang dibawa menggunakan R4 jenis pickup warna putih dengan Nopol A 8202 KH dari arah Pandeglang menuju Labuan, te­patnya di Pasar Saketi pada Jumat (29/12) lalu, merupakan kasus yang unik dari pengungkapan miras sebelumnya.

Karena menurutnya, biasanya peng­gerbekan dilakukan di toko atau kon­sumen yang sedang melakukan pesta miras. “Inilah bedanya dengan perkara pengungkapan miras sebelumnya. Bah­wa, kami berhasil mencegah peredaran miras. Untuk mencegah beredarnya Mi­ras, kami lakukan upaya penindakkan hukum sebagai pencegahan. Pada saat itu, kami berhasil mengamankan sebay­ak 2.400 botol miras jenis ciu,” terangnya.

Hasil pengembangan dari penangka­pan di Pasar Saketi lanjutnya, pihaknya berhasil mengamankan 5.544 botol mi­ras ciu di Kampung Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang. Maka dari itu, saat ini pihaknya tengah menelusuri pabrik-pabrik pembuatan miras lainnya.

“Barangnya dari Serang. Kami sedang lakukan pendalaman terus menerus, agar diketahui tempat pembuatan dan seb­againya. Pokoknya, kami akan terus menge­jar sampai ke akar-akarnya. Untuk saat ini, produksinya tidak ada di Pandeglang, tapi di Serang. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Polres Serang,” pungkasnya.

Untuk tersangka yang saat ini berhasil diamankan tambahnya, tidak akan di­lakukan penahanan dan sudah dibebas­kan kembali. Karena, hanya melanggar Tindak Pidana Ringan (Tipiring) saja. “Untuk tersangka, ada 2 orang. Ini tindak pidana ringan, jadi untuk tersangka tidak di tahan tentunya,” ujarnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita men­gaku, memberantas miras yang meru­pakan penyakit masyarakat (pekat) harus dilakukan bersama-sama. Bukan hanya Pemerintah Daerah (Pemda), TNI/Polri dan aparatur lainnya. Namun, masyarakat juga bisa berperan aktif den­gan melaporkan ke aparat terkait, jika menemukan sesuatu yang dicurigai.

“Masyarakat harus ikut berperan ak­tif, memberi informasi kepada petugas kepolisian,” ungkap Irna.

Irna juga mengajak seluruh elemen masyarakat, jajarannya dan instansi ver­tikal lainnya, agar bersama-sama menga­tasi permasalahan dan konflik sosial yang terjadi di masyarakat. “Barang haram apapun jenisnya, yang dapat merusak moral bangsa harus diberantas dan di­musnahkan. Dengan kebersamaan, kami yakin Pandeglang akan kondusif dan aman,” imbuhnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.