Kasus Pembuangan Bayi Marak

Akibat Menjamurnya Seks Bebas

JAKARTA,SNOL- Indonesia Police Watch (IPW) mencatat adanya kenaikan jumlah kasus pembuangan bayi pada 2017 dibanding tahun sebelumnya. Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, kasus pembuangan bayi yang kian marak tak lepas dari praktis seks bebas yang merajalela.

Berdasar catatan IPW, selama 2017 terdapat 178 bayi yang baru dilahir­kan dibuang. “Jumlah ini naik 90 kasus dibanding tahun 2016 yang ada 88 bayi yang dibuang,” ujarnya, Senin (1/1).

Neta memerinci, 79 dari 178 bayi yang dibuang ditemukan dalam kondisi tewas. Sedangkan 89 bayi yang dibuang bisa diselamatkan warga, aparat desa, puskesmas dan pihak kepolisian. Sisanya, ada 10 bayi yang masih dalam bentuk janin dipaksakan kelahirannya untuk dikeluarkan. Selanjut­nya, janinjanin bayi itu dibuang.

Neta mengatakan, kasus te ntang bayi dibuang paling banyak ada di wilayah Polda Metro Jaya, yakni 27 kejadian. Selanjutnya adalah Jawa Timur dengan 24 kasus dan Jawa Barat dengan 23 ke­jadian. “Artinya Jakarta menjadi daerah paling rawan seks bebas dan pembuangan bayi di jalanan,” sebutnya.

Yang tak kalah mengejutkan adalah pembuangan bayi di Nagroe Aceh Da­rusaalam (NAD) yang mencapai 16 kasus. Dengan jumlah itu, provinsi ber­status khusus berada di posisi keempat setelah DKI, Jatim dan Jabar dalam hal jumlah kasus pembuangan bayi.

“Aceh merupakan wilayah di luar Jawa yang paling tinggi dalam kasus pembuangan bayi di jalanan. Sementa­ra wilayah luar Jawa lainnya yang tinggi kasus pembuangan bayi adalah Sumut dengan delapan kejadian,” tambahnya.

Menurut Neta, Polri cukup serius menangani kasus pembuangan bayi pada 2017. Selain itu, petugas RT/RW, kelurahan dan unsur masyarakat lain­nya termasuk bidan beserta puskesmas juga aktif memberikan laporan ke polisi sehingga banyak pelaku pembuangan bayi yang diproses hukum dan diadili.

“Ke depan, kasus pembuangan nya­wa yang siasia dari generasi penerus bangsa ini diharapkan bisa dieliminasi melalui sosialisasi yang gencar dari pelakupelaku yang telah diproses se­cara hukum,” tandas dia.(mg1/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.