22 Orang Tewas di Jalan

SERPONG,SNOL—Jumlah kasus ke­celakaan lalulintas (Lakalantas) di wilayah Hukum Polres Tangerang Selatan, selama kurun waktu 2017 mengalami penurunan. Satlantas Polres Tangsel mengklaim jumlahnya tahun ini 254 kasus atau turun 46 kasus dibanding tahun 2016 lalu sebanyak 300 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 22 orang meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, kebanyakan penyebab kasus yang dicatat olehnya dikarenkan kurang­nya perhatian masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, serta minimnya penggunaan alat keamanan pada saat berkendara.

“Pelanggaran seperti tidak meng­gunakan helm dan membawa Surat Izin Mengemudi (SIM), banyak ter­jadi,” ungkapnya.

Mayoritas kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua. “Kasus didominasi oleh roda dua, karena banyak yang mengabaikan kese-lamatan berlalu lintas seperti tidak menggunakan helm,” katanya.

Dari 254 kasus yang meninggal dunia sebanyak 22, yang mengala­mai luka berat sebanyak 106 dan yang mengalami luka ringan sebanyak 199 kasus, dengan total kerugian material sebesar Rp 837 juta.

Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto menghimbau kepada masyara­kat untuk mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan untuk keselamatan saat berkendara. ”Mindset masyarakat mengenai kewajiban menggunakan alat keselamatan harus diubah. Bukan karena ada polisi mereka menggu­kanakan helm tapi untuk keselamatan diri sendiri saat berkendara,” ungkap­nya.

Saat ini untuk menanamkan mind­set tersebut, mengutus Satlantas melakukan edukasi keliling ke soko­lah-sekolah untuk memberikan edu­kasi mengenai keselamatan berkenda­ra. Besar harapannya dengan edukasi ini seluruh masyarakat bisa mengubah mindest penggunakan perlengkapan berkendara dengan sendirinya.

”Edukasi ini akan terus dilak­sanakan, sampai benar-benar maksimal,” pungkasnya. (irm/bnn/jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.