DLH Panggil Manajemen PT Indorama

KOTA CILEGON, SNOL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon berencana memanggil manajemen PT Indorama Petrochemical, menyusul insiden semburan material purified terephthalic acid (PTA) dari dalam pabrik pada Jumat (29/12) lalu.

“Besok (hari ini) kita akan panggil, ketemu langsung dengan manajemennya. Kita ingin mengetahui prosedurnya seperti apa, maupun pertanggungjawabannya ke masyarakat bagaimana,” ungkap Kepala DLH Kota Cilegon, Ujang Iing melalui sambungan telepon, Selasa (2/1).

Dikatakan, pemanggilan manajemen tersebut setelah pihaknya terjun ke lokasi kejadian, tak lama setelah insiden itu berlangsung. Pihaknya belum dapat menyimpulkan dugaan sementara penyebab kejadian. “Hasil investigasi awal kita ada katup yang tersumbat, tidak berfungsi. Kemungkinan karena kegagalan teknologi, tapi selengkapnya besoklah,” terangnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Abdul Ghoffar mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan DLH dan Disnaker Kota Cilegon untuk mengetahui dampak atas insiden semburan material dari industri petrokimia tersebut.

“Secara umum harus kita kroscek dulu ke instansi yang mengawasi langsung atas kejadian itu, apakah ada pengaruhnya tidak ke masyarakat. Rencananya besok baru kita akan rapat, salah satunya insiden ini akan kita bahas,” katanya.

Sebelumnya, insiden “hujan” kimia jenis purified terephthalic acid ( PTA) yang berasal dari PT Indorama Petrochemical di wilayah Ciwandan, Kota Cilegon ternyata membuat sebanyak 14 orang warga dirawat di klinik terdekat. Warga tersebut terkena dampak akibat semburan kimia berwarna putih tersebut. Sehingga menyebabkan sesak napas dan mata perih. Panit Reskrim Polsek Ciwandan, Iptu Sudibyo Wardoyo saat itu mengatakan bahwa ada warga yang dilarikan untuk mendapatkan perawatan intensif. “Ada yang sesak napas, ada yang matanya pedih terkena dampak itu,” ujarnya. Berikut warga yang menjadi korban kimia jenis PTA PT Indorama Petrochemical. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.