Dinsos Dianggap Lambat Salurkan Bantuan Bencana

Penyaluran Bansos Diwarnai Aksi Protes Warga

PANDEGLANG,SNOL–Dalam penyaluran bantuan bencana dan sosial (Bansos) yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, kepada 178 Ke­pala Keluarga (KK) dari 30 Kecamatan, di Pendopo Bupati Pandeglang, Rabu (3/1). Diwarnai aksi protes warga, pada saat Bupati Pandeglang Irna Na­rulita memberikan sambutan.

Aksi protes disampaikan seorang warga, dihadapan Bupati Irna. Hal itu, disebabkan karena warga kesal atas kinerja Dinsos Pandeglang dalam me­nyalurkan bantuan kepada para kor­ban bencana. Karena, penyalurannya dinilai lambat, atau terlalu berlarut-larut hingga mencapai 3 bulan.

Dari sebanyak 178 KK, besaran bantuan yang diterima masing-mas­ing hanya sebesar Rp 5 juta. Dengan total bantuan yang disalurkan Din­sos sebesar Rp 890 juta, yang ber­sumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2017.

Seorang warga Kampung Kadu­gobang, Desa Gunungputri, Keca­matan Banjar, Sukatma mengaku, semenjak rumahnya ambruk kena an­gin kecang tak kunjung mendapatkan bantuan dari Dinsos. Padahal, sebe­lumnya sudah dilakukan pendataan dan survey lokasi oleh petugas terkait.

“Dari semenjak rumah saya roboh, ini sudah berjalan tiga bulan, baru dapat bantuan. Makanya, saya seb­agai warga yang memilih bu Irna se­bagai Bupati Pandeglang, langsung protes dihadapannya. Alhamdulil­lah, saya sekarang sudah mendapat bantuan sebesar Rp 5 juta, untuk memperbaiki rumah,” kata pria pa­rubaya ini, usai acara pemberian bantuan, Rabu (3/1).

Dengan nada santun dan santai, Bupati Irna menanggapi aspirasi warganya. Sambil meminta maaf ke­pada seluruh warga, atas keterlam­batan jajarannya memberikan ban­tuan tersebut. Ia juga menganggap, protes itu sesuatu yang wajar. Kare­na, masyarakat kurang begitu paham tentang proses pencairannya.

“Wajar protes dihadapan ibu (Irna menyebut dirinya,red), itu kan meru­pakan unek-unek warga ibu. Ini bu­kan masalah lamanya, tapi pada saat proses pengajuannya juga kadang ada kendala di administrasi seperti, KTP dan KK-nya tidak ada karena terbakar dan hilang. Makanya, kami urus terlebih dulu berkas-berkasnya sampai beres dan saat ini baru bisa mendapatkan bantuan,” ujar Irna.

Ditambahkannya, ia sangat men­ginginkan ke depannya bantuan un­tuk para korban bencana itu, paling lambat diterima para korban dua minggu dari kejadian. Maka dari itu, ia menekankan kepada RT, RW, Kepala Desa (Kades), TKSK dan Ca­mat, harus cepat berkoordinasi ke Disdukcapil, mengurusi dokumen pribadi warga yang kena bencana.

“Ke depan, itu yang akan ibu evalu­asi. Jadi, proses-proses seperti itu yang harus cepat. Ibu juga sudah sampai­kan kepada Disdukcapil, jangan nyik­sa, koordinasinya harus cepat,” tandas­nya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.