Polres Ungkap 1.432 Kasus Kriminal

Sepanjang 2017 Kriminalitas Menurun

SERPONG, SNOL—Kasus Krimi­nal di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan masih terbilang tinggi.  Sepanjang 2017 saja 1756 kasus. Dari jumlah itu tin­dak pencurian kendaraan ber­motor (Curanmor) paling men­dominasi.

Kasat Reskrim Polres Tang­sel AKP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, ta­hun 2017 ini angka kriminal di wilayahnya cenderung menu­run dibanding tahun 2016 lalu. Tahun 2017 ini jumlah angka kriminal sebanyak 1756 kasus dan yang berhasil terungkap sebanyak 1432 kasus.

Sedangkan di tahun 2016, angka kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Tangsel sebanyak 1924 kasus dan yang berhasil diungkap 567 kasus. Adanya tren penurunan angka kasus kriminal dan naiknya jumlah yang terungkap ini salah satunya karena kini Polres Tang­sel telah memiliki Tim Vipers yang bergerak cepat dalam me­nangani setiap kasus.

“Alhamdulillah jumlah keja­hatan menurun dan pengungka­pan naik,” ujar Alexander kepada Satelit News, Rabu (03/1).

Dari ribuan kasus yang ditangani, kasus Curanmor paling mendominasi dibanding kasus-kasus kejahatan lainnya. Dia mengklaim bahwa di wilayah­nya kini sudah tidak ada lagi kecamatan yang masuk zona merah tindak kriminal. Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mem­percayakan proses penegakkan hukum terutama di wilayah hukum Polres Tangsel kepada Personel di Polres Tangerang Selatan.

Selain kasus tindak kriminali­tas, jumlah kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) selama kurun waktu 2017 juga mengala­mi penurunan. Satlantas Polres Tangsel mengklaim jumlahnya 254 kasus atau turun 46 kasus dibanding tahun 2016 lalu se­banyak 300 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 22 orang mening­gal dunia.

Kasatlantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, kebanyakan penyebab ka­sus yang dicatat olehnya dikarenkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, serta minimnya peng­gunaan alat keamanan pada saat berkendara.

“Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm dan mem­bawa Surat Izin Mengemudi (SIM), banyak terjadi,” ungkap­nya.

Mayoritas kecelakaan didomi­nasi oleh kendaraan roda dua. “Kasus didominasi oleh roda dua, karena banyak yang meng­abaikan keselamatan berlalu lintas seperti tidak mengguna­kan helm,” katanya.

Dari 254 kasus yang meninggal dunia sebanyak 22, yang mengalamai luka berat sebanyak 106 dan yang mengalami luka ringan sebanyak 199 kasus, dengan total kerugian material sebesar Rp 837 juta.

Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widyanto menghimbau ke­pada masyarakat untuk me­matuhi peraturan yang sudah ditetapkan untuk keselama­tan saat berkendara. ”Mindset masyarakat mengenai kewajiban menggunakan alat keselamatan harus diubah. Bukan karena ada polisi mereka menggukanakan helm tapi untuk keselamatan diri sendiri saat berkendara,” ungkapnya. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.