Pria Paruhbaya Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan

Diduga Akibat Terpeleset dan Jatuh

CIHARA,SNOL–Sesosok mayat yang diketahui bernama Burhani (63), ditemu­kan warga di bawah jembatan bambu yang ada di area pesawahan di Blok Cikaret Hujan, Kampung Cigaber, Desa Lebak Pendeuy, Kecamatan Cihara, Ka­bupaten Lebak, Selasa (2/1) lalu. Didu­ga, pria paruhbaya tersebut terperosok dari jembatan dan jatuh saat melintas.

Informasi yang dihimpun, Jasad Burhani pertama kali ditemukan oleh warga bernama Sangsang. Saat ditemu­kan, jasad korban tergeletak di sungai yang saat itu dalam kondisi mengering, tepat di bawah jembatan kayu. Sangsang, yang saat itu hendak berangkat ke sawah, melihat sosok mayat tersebut, dan lang­sung meminta tolong warga sekitar.

“Saya nggak berani menghampirinya, namun memberitahukan warga lain­nya.  Warga-pun beramai-ramai men­datangi jasad tersebut, dan melaporkan kejadian kepada aparat kepolisian Pol­sek Cihara, guna diselidiki penyebab kematian korban,” kata Sangsang, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/1).

Kata Sangsang, saat dievakuasi bagian ke­pala Burhani mengalami luka. Dari dugaan sementara, korban meninggal akibat ter­jatuh saat akan melintasi jembata bamboo itu. Mengingat, di bawah jembatan tersebut terdapat bebatuan, sehingga saat korban terjatuh kepalanya terbentur.

“Ada luka dibagian kepala korban, diduga korban terjatuh kepalanya ter­bentur ke batu dan tewas,” tandasnya, seraya mengatakan, jasad korban su­dah dikebumikan oleh pihak keluarga.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Pang­garangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tatang Warsita membenarkan pen­emuan mayat tersebut. Saat ini kata Tatang, jasad korban sudah dibawa oleh pihak keluarga, untuk disemayamkan.

Disinggung penyebab kematian korban, Tatang menyebut, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, dugaan sementara korban meninggal karena terbentur batu yang ada di bawah jembatan saat korban terjatuh.

“Jasad korban sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dikebumikan. Pi­hak keluarga menolak di otopsi,” ujar Tatang kepada wartawan. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.