Ribuan Jenazah Pindah Tempat

Tergusur Proyek Tol

PROBOLINGGO,SNOL— Sebanyak 678 jenazah di dua pemakaman umum di Dusun Waru dan Dusun Kelor, Desa Posangit Lor, Kabupaten Probolinggo, Jatim dipindah. Sebab, dua pemaka­man yang sudah puluhan tahun itu ter­dampak pembangunan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

Pemindahan pemakaman itu dimu­lai kemarin (6/1). Ratusan janazah di makam tersebut akan dipindah ke dua lokasi baru yang jaraknya sama-sama sekitar 500 meter di sisi selatan pemaka­man lama. Luas dua lokasi pemakaman baru itu sekitar 1.280 meter persegi.

Salah seorang panitia penyelenggara pemindahan makam Muhammad Yu­nus, 43, mengatakan bahwa 678 jen­azah itu akan dipindah ke dua lokasi. Sebanyak 627 jenazah dari Kuburan Tekek dan 51 jenazah dari Kuburan Kelor. ‘’Jaraknya antara kuburan Tekek dan kuburan Kelor sekitar satu kilome­ter saja,’’ ujarnya.

Pria yang juga menjadi sekretaris Desa Posangit Lor itu mengatakan, pemindahan pemakaman itu diperki­rakan rampung 20 hari ke depan. Kare­na itu, pihaknya mengharapkan tidak ada kendala, termasuk hujan. ‘’Hingga saat ini (kemarin), masih lancar-lancar saja. Semoga tidak hujan,’’ ujarnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pemindahan makam itu kema­rin dimulai setelah salat Duhur. Seten­gah hari kemarin setidaknya terdapat 56 jenazah yang dipindah. Sebanyak 21 jenazah dari kuburan Tekek dan 35 jazah dari kuburan Kelor.

Adanya pemindahan makam itu mendapat perhatian dari warga sekitar. Mereka berdatangan untuk menyaksi­kan pemindahan jasad sanak keluarg­anya. Penggalian kubur yang melibat­kan sepuluh orang itu dibagi dua tim.

Sementara dari ratusan makam yang dipindah di di Desa Muneng Kidul, Keca­matan Sumberasih, Kabupaten Proboling­go, sembilan jenazah masih utuh saat dip­indahkan dari makam di Muneng Kidul ke tempat lain, Senin (13/11).

Di pemakaman itu 611 orang yang di­kuburkan di makam yang dikenal cukup wingit alias angker tersebut. Diperkirakan proses pemindahan akan selesai hari Ka­mis mendatang. Rencananya, saat proses pemindahan makam dari lahan awal ke lahan baru akan ditutup dengan pen­gajian dan doa bersama. Namun, dalam proses pemindahan ini, ada beberapa temuan yang mengejutkan. Ternyata, sembilan jenazah di area makam terse­but masih dalam kondisi utuh. Padahal, berdasarkan informasi yang didapatkan, jenazah itu sudah dikubur atau dipen­dam sudah sangat lama.

Bahkan, ada beberapa makam dari sembilan makam itu yang umurnya lebih dari seperempat abad. Diperki­rakan makam itu sudah ada sejak tahun 1970-an. Salah satu yang masih utuh, adalah jenazahnya pasangan suami is­tri (pasutri) Jalan dan Notu. (rpd/rud/c4/end/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.