Banyak Proyek 2017 Tidak Rampung

DPRD: Kontraktor Kaya Begini Jangan Digunakan Lagi

SERPONG,SNOL— Dewan Perwaki­lan Rakyat Daerah (DPRD) Tang­sel menandai beberapa kontraktor yang dinilai tidak profesional dalam melaksanakan proyek pembangunan di Tangsel tahun 2017.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel Bambang Triadi mengata­kan ada beberapa kontraktor yang saat ini tengah disoroti kinerjanya. Apalagi sebagian besar bangunan fisik yang dikerjakan tidak selesai di durasi waktu yang sudah ditetap­kan.

Dia juga sudah mengingatkan kepada Pemkot agar tidak lagi menggunakan jasa kontraktor yang menyalahi kontrak. Bahkan disorotinya juga kontraktor yang berusaha menghindari pekerjaan, padahal sudah terpilih sebagai pe­menang lelang. ”Kemarin sudah bilang ke Pemkot. Ini banyak bangunan yang molor dan mangkrak. Makanya nantinanti pastikan lagi, kontraktornya itu bisa tepat waktu apa nggak. Tahun kemarin itu banyak sekali raport merahnya,” ujar Bambang ketika dihubungi.

Kekesalannya kepada bangunan fisik yang bahkan sampai saat ini masih belum bisa digunakan. ”Misalnya gedung DPRD, kemudian Gedung III Pemkot Tangsel, Masjid Pemkot, adalagi Gedung Arsip. Itu­kan sudah kita soroti, kontraktor kaya begini jangan digunakan lagi, memperlambat birokrasi,” ujarnya.

Dia memastikan akan menindak­lanjuti sejumlah kontraktorkontrak­tor tersebut. ”Jadi tahun pelajaran saja, tahun ini jangan sampai seperti itu lagi,” katanya.

Sekretaris Daerah Kota Tangsel Muhamad mengancam sejumlah kontraktor yang kerjaannya tak ses­uai dengan kontrak yang ditentukan. Dirinya tak tanggungtanggung akan memblacklist sejumlah kontraktor agar tidak lagi digunakan pada ang­garananggaran selanjutnya.

”Saya nggak mau pakai kontraktor yang suka ngulur waktu. Kalau proses lelang sudah selesai, ya segera se­lesaikan. Jangan nunggu akhir tahun, kalau ada yang kaya begini jangan dipakai lagi jasanya,” katanya.

Untuk beberapa bangunan yang memang belum selesai di awal tahun 2018 ini, Muhamad menjelaskan pihak kontraktor melakukan kon­trak perpanjangan waktu. ”Waktunya beragam, ada yang memang 50 hari atau lebih,” ujarnya.

Untuk saat ini Muhamad mengaku sedang mneyorot sebagian kontrak­tor yang belum merampungkan kinerjanya. Sehingga di tahun 2018 ini, dia bisa mengevaluasi, mana peru­sahaan yang direkomendasikan se­bagai pemenang lelang. Mana yang tidak. (irm/bnn/jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.