DPR Lanjutkan Pansus Angket KPK

JAKARTA,SNOL— Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melanjutkan kerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada masa sidang ini. Hal itu diungkap­kan Pelaksana Tugas Ketua DPR Fadli Zon saat pidato politik pembukaan masa sidang DPR di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (9/1).

“Dalam pelaksanaan fungsi penga­wasan lainnya, DPR akan terus melak­sanakan tugas Pansus Angket KPK,” te­gas Fadli.

Wakil ketua umum Partai Gerin­dra itu menambahkan DPR juga akan melanjutkan Pansus Hak Angket Pelin­do II serta tim pengawas DPR lainnya. Yakni perlindungan tenaga kerja Indo­nesia, pelaksanaan Undang-undang Pemerintahan Aceh, Otonomis Khsuus Papua dan Yogyakartar dan pembangu­nan wilayah perbatasan.

Dia menambahkan komisi-komisi akan melakukan rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan pemerintah serta melakukan kunjungan kerja spe­sifik sesuai agenda komisi masing-ma­sing.

Seperti diketahui, Pansus Hak Angket KPK belum mengeluarkan rekomen­dasi hasil kerjanya. Salah satu kendala Pansus adalah tidak bisa menghadirkan pimpinan KPK. Bos komisi antirasuah menolak hadir karena menunggu putu­san Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi yang diajukan soal UU MD3.

 

Sejumlah Anggota DPR Diperiksa

Sementara itu, Selasa kemarin Penyi­dik KPK memanggil sejumlah anggota DPR periode 2009-2014 untuk diperiksa sebagai saksi kasus e-KTP. Di antara saksi yang dipanggil ada nama mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Olly Dondokambey yang kini menjadi gu­bernur Sulawesi Utara.

KPK memanggil Olly sebagai saksi untuk tersangka korupsi e-KTP Anang Sugiana Sudiharjo. Selain Olly, ada pula nama legislator DPR 2009-2014 lainnya, yakni Numan Abdul Hakim, M Jafar Hafsah, Rindoko Hayono Wingit dan Jazuli Juwaini. “Yang bersangkutan di­panggil sebagai saksi dengan tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiharjo),“ ucap juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/01).

Menurut Febri, pemanggilan ter­hadap anggota DPR 2009-2014 untuk memgklarifikasi proses pembahasan proyek e-KTP dan adanya dugaan penerimaan dana pada sejumlah pihak. “Untuk tersangka ASS (Anang Sugi­ana Sudiharjo) dalam minggu ini kami mendalami kluster politik,” ucapnya.

Olly pun sudah tiba di KPK pukul 09.50. Namun, politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa dengan pang­gilan Don Olly itu memilih diam saat ditanya media. Saat ini, Anang sudah menjadi tahanan KPK. Dia dititipkan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.(ipp/boy/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.