Pejabat BBWSCC Dipanggil Polda Banten

Terkait Penjualan Situ Sitengin

SERANG,SNOL — Penjualan Situ Sitengin di Desa Kelebet Kecamatan Kemeri Kabu­paten Tangerang, terus digarap serius oleh Polda Banten dengan melakukan penyelidikan atas kasus ini. Kali ini Di­retorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten memanggil Arifin mak­mur, salah satu pejabat di Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC)

“ Ya saya dimintai keterangan oleh penyidik Polda Banten, terkait jumlah situ, dan tupoksi balai besar, kurang lebih selama satu jam saya dimintai keterangan” terang Arifin Makmur saat dikonfirmasi, Selasa (9/1).

Pria yang kini menjabat sebagai Ka­subag di BBWSC ini menjelaskan, se­lama ini tidak ada satu pun dokumen permohonan izin jual garapan, atau izin lainnya dari kepala desa Kelebet. Terlebih lanjut Arifin secara aturan situ tidak boleh ditempati bangunan apapun.

“ Kami saat dimintai keterangan, apa adanya saja, dan kami menerangkan bahwa dari 2008 ada lima situ yang berubah fungsi menjadi lahan perta­nian, salah satunya situ Sitengin dari data dokumen luasnya 26 hektar” tan­dasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kanit II Tipikor Polda Banten Kompol Djafar Hamzah membenarkan adanya lapo­ran pengaduan warga Kemeri, menu­rutnya Polda Banten sedang melakukan penyelidikan atas dugaan penjualan aset negara berupa situ Sitengin di Ke­camatan Kemeri.

Hamzah menjelaskan DirKrimsus Polda Banten telah memanggil ber­berapa pihak untuk diminta keterangan terkait penjualan aset negara tersebut seperti Camat Kemiri Madisa, Kepala Desa Klebet Aang Holid dan pembeli dari CV Klebet Jaya Farm Dua Katherine Sunarjo serta keluarga penggarapan dari almarhum Rabiah yaitu Nuryamin, Mustopa, Imran dan Dalpan. (hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.