Anggota Dewan Ingatkan Bupati Irna

Diminta Fokus Bangun Infrastruktur Jalan di Tahun 2018

PANDEGLANG,SNOL–Anggota DPRD kembali mengingatkan Bupati Pan­deglang, Irna Narulita, melalui rapat paripurna tentang laporan hasil reses III tahun 2017 yang dilakukan para wakil rakyat di masing-masing Daerah Pemilihannya (Dapil). Mayoritas lapo­ran reses, berbicara soal infrastruktur jalan, yang diharapkan tahun 2018 dan seterusnya menjadi fokus pembangu­nan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Perwakilan anggota dewan dari Dapil I, Ida Hamidah dalam kesempatan­nya menyampaikan sekaligus menagih janji Bupati Pandeglang, yang akan membangun jalan jelek di wilayahnya. Bahkan, ia sempat mengungkit per­juangannya pada saat menyukseskan Irna-Tanto (Intan) di Pilkada lalu.

“Ibu (Irna,red) sudah lupa sama saya. Padahal, saya juga tim sukses dan pen­dukung ibu di Pilkada lalu. Saya selalu diminta oleh masyarakat, karena kondi­si jalan masih butut (jelek,red). Mohon ya bu, agar segera diperbaiki. Mudah-mudahan, ibu langsung menginstruk­sikan kepada Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR),” kata Ida, Rabu (10/1).

Senada, perwakilan anggota dewan Dapil IV, Muhlas menegaskan, di Dapil IV yang paling dibutuhkan masyara­kat yaitu infrastruktur jalan. Karena, kondisinya benar-benar rusak parah, seperti jalan Patia dan Sukaresmi. “Makanya, tolong kepada ibu Bupati, agar memberikan porsi lebih untuk Dapil IV, terutama persoalan infrastruk­tur jalan yang kondisinya sampai saat ini luar biasa rusaknya, sampai tidak bisa dilalui,” harap Muhlas.

Ditambahkan, anggota dewan per­wakilan Dapil V, Habibi Arafat. Menu­rutnya, masih tentang persoalan jalan rusak yang belum tersentuh pembangunan. Dihadapan Bupati yang sedang duduk disampingnya, pada saat reses, ia sempat melewati jalan sekitar 8 Km di Desa Pasirdurung, Kecamatan Sindangresmi. Jalannya sangat luar biasa rusak.

“Begitu juga di Pakokosan Keca­matan Cikeusik, dari jaman kibenen (zaman dulu,red) sampai sekarang, masih hancur seperti belum merdeka. Maka dari itu, kami minta kepada Bu­pati, agar segera memberikan porsi leb­ih juga untuk membangun jalan di dua kecamatan tersebut,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Pande­glang, Irna Narulita mengatakan, selu­ruh anggota dewan semuanya sudah mengetahui kemampuan fiskal APBD, khususnya untuk menopang pembangunan. “Cuma, tugas anggota dewan itu bicara, menyampaikan aspirasi masyarakat. Mereka semuanya mengapresiasi ko, ibu (Irna,red) juga menga­presiasi apa yang disampaikan anggota dewan,” ungkap Irna.

Ditegaskannya, semua aspirasi yang disampaikan anggota DPRD akan dia­komodir. Tapi, misalkan perminta­annya 20 lokasi, paling Pemkab bisa mengakomodir 2 lokasi. Karena, setiap masyarakat juga mengusulkan.

“Ibu sudah sampaikan ke pak Sekda di rapat Badan Anggaran, saat pemba­hasan percepatan pembangunan. As­pirasi anggota DPRD dari 100 persen, terakomodir 60 persen, 40 persennya anggaran kita tidak cukup. Sekitar 50 persen lebih lah, hasil usulan reses de­wan yang kemarin itu terlaksana di ta­hun 2017,” klaimnya.

Ia juga mengakui, tahun 2017 tidak semua merata pelaksanaan pembangunan infrastruktur di 35 Kecamatan. Tapi, di tahun 2018 ia menegaskan, semua kecamatan wajib hukumnya ada pembangunan infrastruktur jalan.

“Tahun 2017 masih loncat-loncat. Kare­na, meneruskan pembangunan jalan yang sepotong-sepotong. Tahun ini (2018,red) ibu pastikan, minimal Rp 1 Miliar/Keca­matan untuk pembangunan infrastruktur,” imbuhnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.