Dewan Minta Warnasari Dipercepat

CILEGON, SNOL – Pembangunan Pelabuhan Warnasari yang dibanggakan masyarakat Kota Cilegon dan menjadi salah satu sektor yang akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), masih berjalan ditempat. Sebab, hingga kini izin dimulainya pembangunan Pelabuhan Warnasari belum dikantongi oleh Badan Usaha Pelabuhan, yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).

Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman Umar mengatakan, pihaknya atas nama masyarakat Cilegon sangat berharap, pembangunan Pelabuhan Warnasari dapat terealisasi. Pasalnya, pelabuhan tersebut merupakan salah satu mega proyek yang masuk pada Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016 – 2021.

“Kita ingin supaya pelabuhan warnasari ini ada progress, kita tidak mau stag. Karena itu kan andalan kita untuk menggali pendapatan. Dampak pelabuhan juga kita harapkan ada penyerapan tenaga kerja,” ungkap Fakih, kemarin.

Sebagai mitra eksekutif dan PCM, pihaknya turut memiliki andil untuk mengawasi kinerja seluruh tatanan di Kota Cilegon, termasuk terkait pembangunan Pelabuhan Warnasari yang menjadi kewenangan PT PCM. Saat ini, masih kata Fakih, harapan dimulainya pembangunan pelabuhan di Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil itu masih belum terlihat secara fisik, termasuk pemenuhan perizinan pembangunan dari Kemenhub dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Waktu itu kan kaitan dengan perizinan, kita berikan ruang. Dan saya hadir di Kementerian Perhubungan bersama dengan Pak Erwin dan Pak Iman (Walikota Cilegon Non aktif, red). Termasuk terakhir realisasi groundbreaking. Itu yang diharapkan masyarakat. Nah, sekarang kapan itu dibangun?. Nanti coba kita sidak lah, sekarang Warnasari itu seperti apa,” ujar Fakih.

Ia mengakui, baik perizinan di sisi laut maupun darat cukup rumit, karena kewenangannya berada di Pemerintah Pusat. Meski demikian, pihaknya tetap mendorong PCM agar dapat mempercepat proses perizinan tersebut. Supaya kepercayaan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) selaku investor tetap terjaga.

“Kita juga agak prihatin urusan perijinan. Terlalu rumit benar. Padahal, daerah ini dari mana menggali potensi pendapatan kalau tidak lewat pelabuhan. Makanya kita mencari informasi itu dari PCM dan Bosowa. Kita harapkan proses tidak terlalu lama, kan sudah mulai dari 2016. Ini sudah dua tahun. Kita harapkan semua dapat segera dibangun,” harap Fakih.

Sementara, Direktur Operasional dan Komersil PT PCM, Akmal Firmansyah mengatakan, sejauh ini proses perizinan baik sisi darat dan laut tengah dalam proses. Langkah yang akan dilakukan pada tahun 2018 ini, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan akses jalan sebelum pembangunan fisik pelabuhan dimulai.

Selain itu, PT PCM juga tengah memproses penyelesiaian terkait pelimpahan perizinan Pemanduan dan Penundaan bersama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). (nal/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.