Dua Kali di Mauk Butuh Normalisasi

Pendangkalan Membuat Pasokan Air Ke Sawah Petani Berkurang

MAUK, SNOL- Kondisi dua Kali di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabu­paten Tangerang yakni Kali Cikait dan Kali Cikatapang dikeluhkan para petani di desa Warga Mulya, Kecamatan Mauk. Pasalnya di kedua kali tersebut terjadi telah terjadi pendangkalan sehingga ti­dak bisa dimanfaatkan maksimal untuk mengairi sawah mereka.

Salah seorang petani warga Desa Marga Mulya, Suhendi mengtakan Kali Cikait dan Kali Cikatang telah mengalami pendang­kalan cukup lama. Akibatnya pasokan air ke ratusan area pertanian padi tersendat.

Suhendi berharap pihak desa dan ke­camatan segera melakukan normalisasi dua kali tersebut karena akibat minim­nya pasokan air tersebut, membuat hasil panen yang didapat para petani menjadi kurang maksimal sehingga tentunya sangat merugikan petani.

“Bila pendangkalan kali Cikait dan Cikatapang tidak segera dinormalisasi dikhawatirkan area pertanian padi kekurang air. Akibatnya, berpengaruh kehasil panen,” singkat Suhendi kepada Satelit News usai mengikuti acara Mus­rembangdes di desanya, Rabu (10/1).

Kepala Seksi (Kasie) Pemerintahan Kecamatan Mauk Nina Herlina mem­benarkan salah satu aspirasi warga Desa Marga Mulya yang muncul di Musrembangdes yaitu terkait pendang­kalan Kali Cikait dan Cikatapang. Untuk itu, pihaknya akan segera meneruskan aspirasi warga Desa Marga Mulya ke Di­nas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Tangerang lantaran kewenangan normalisasi Kali Cikait dab Cikatapang ada di DPUSDA.

“Semua aspirasi dalam Musrembang­des kita akan tampung kemudian akan diteruskan sesuai dengan kewenangan. Misalnya bila kewenangan kecamatan akan disampaikan ke camat dan apa­bila kewenangan ada dinas terkait kita akan teruskan juga,” kata Nina kepada Satelit News saat ditemui diruangnnya.

Menurut Nina, kewenangan untuk melakukan perbaikan atau pembangu­nan dibagi tiga yaitu desa, kecamatan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui dinas terkait. Arti­nya, bila aspirasi warga itu menjadi ke­wenangan desa, kecamatan, dan dinas terkait akan disampaikan. “Tetapi tentu aspirasi juga harus dilihat skala priori­tas bila tidak bisa dilakukan pada tahun ini mungkin tahun depan,” tuturnya.

Nina menambahkan, pihaknya su­dah melakukan Musrembangdes un­tuk meyerap aspirasi warga desa di Ke­camatan Mauk. Kemudian, hasil dari Musrembangdes akan dilanjutkan ke Musyawarah Rencana Pembanguan (Musrembang) Kecamatan. “Di Musrem­bang Kecamatan kita akan kerujutkan mana aspirasi warga desa yang merupak­an skala prioritas untuk segera dihujud­kan,” pungkasnya. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.