Tangkal LGBT, MUI Siapkan Fatwa(

Pemkot Bakal Gandeng Badan Siber

TANGERANG, SNOL— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang akan membahas fatwa tentang bahaya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dalam waktu dekat. Hal tersebut menyusul temuan sebuah komunitas LGBT di media sosial ber­nama LGBT Perumnas Tangerang. Ketua MUI Kota Tangerang Edi Nawawi berharap regulasi terkait hal itu turut didukung Pemerintah Kota Tangerang.

“Supaya ada regulasi khusus, supaya jangan sampai mencederai akhlak masyarakat, Perda (peraturan daerah) atau apa kek,”ungkapnya melalui sam­bungan telepon, Kamis (11/1).

Edi menambahkan, pihaknya akan mengadakan rapat dengan komisi fatwa untuk membahas hal tersebut. Menurutnya, perlu ada ketegasan pemerintah un­tuk mencegah hal tersebut.

“Kita akan mengadakan rapat dengan komisi fatwa, mungkin satu, dua hari ini lah kita rapat, supaya ada ketegasan. Kalau pendapat kita jelas, itu haram,” imbuhnya.

Antisipasi keberadaan komu­nitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dilaku­kan Pemerintah Kota Tangerang. Pemkot akan menggandeng Badan Siber besutan Kementrian Komuniasi dan Informasi (Ke­menkominfo) untuk menang­kal jaringan komunitas tersebut. Upaya tersebut menyusul temuan sebuah grup ‘LGBT Perumnas’ di media sosial, Facebook.

Komunitas LGBT dinilai se­makin berani terbuka. Di Kota Tangerang sendiri mereka su­dah membuat wadahnya. Per­kumpulan LGBT yang terbuka Tangerang ini ditemukan pada sebuah grup media sosial Face­book dengan akun ‘LGBT Pe­rumnas Tangerang’.

Kendati tidak dirahasiakan, grup tersebut bersifat tertutup. Saat ini, grup tersebut berang­gotakan 1.517 akun pribadi yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku belum mengetahui akun terse­but, sementara tugasnya sebagai pemimpin daerah hanya bisa melakukan sosialisasi saja.

“Kita (Pemda) tanggung jaw­abnya hanya bisa mensosial­isasikan saja, mungkin kita kan enggak tahu Perumnasnya ada di mana karena kita nggak bisa masuk aksesnya,” ujarnya saat ditemui di Bilangan Cikokol, Kota Tangerang, Selasa (9/1).

Menurut Arief, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerin­tah pusat, karena saat ini Kemen­terian Komunikasi dan Informati­ka telah membentuk badan siber. “Kan sekarang makanya Pemer­intah Pusat melalui Menkominfo kemarin sudah bikin badan siber, nanti kita berkoordinasi dengan badan siber,” katanya.

Dia menambahkan, pemetaan terhadap pelakua penyimpan­gan seksual tersebut juga akan dilakukan pihaknya sebagai langkah antisipasi. Pihaknya, sambung Arief, akan melakukan pembinaan berupa konseling terhadap mereka.

“Supaya dipetakan, supaya anggotanya siapa saja bisa kita antisipasi. Karena contohnya yang di Kelapa Gading kan ta­hunya cowok semua kan parah banget,” tuturnya. (irfan/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.