Banyak Bangli Berdiri di Atas Irigasi

Membuat Pasokan Air ke Sawah Petani Terhambat

SEPATAN, SNOL- Sejumlah petani di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang mengeluhkan keberadaan Bangunan Liar (Bangli) yang banyak berdiri di sepadan Iri­gasi Cisadane. Pasalnya keberadaan bangle tersebut mengakibatkan paso­kan air ke area pertanian padi menjadi terhambat.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Mekar Jaya Mustopa mengatakan, para petani di Desa Mekar Jaya sering mengeluh pasokan air dari saluran iri­gasi Cisadane untuk mengaliri sawah tersendat lantaran terhambat oleh ban­gli yang berdiri di sepadan saluran iri­gasi. Hanya saja hingga saat ini belum ada tindakan dari petugas berwenang untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Persoalan tersendatnya pasokan air ke sawah ini jangan dianggap sepele. Sebab bisa saja petani ribut dengan petani gara-gara rebutan air,” kata ujar Mustopa usai menghadiri Musyawarah Pemilihan Ketua Kelompok Tani dan Petugas Pembagi Air (Ulu-Ulu Air) di Aula Kantor Desa Mekar Jaya, Minggu (14/1).

Untuk itu, mereka berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Tangerang un­tuk membongkar Bangli tersebut. Pas­alnya jika tak diatasi maka petani akan terancam kerugian karena tidak maksi­malnya hasil panen akibat kurangnya pasokan air.

Kepala Desa Mekar Jaya Syamsudin membenarkan, para petani di Desa Mekar Jaya mengeluhkan Bangli yang berada di sepadang saluran Irigasi Cis­adane. Pihaknya sudah meyampaikan keluhan para petani ke DPUSDA Kabu­paten Tangerang namun sampai seka­rang belum diwujudkan. “Harapan saya agar DPUSDA segea membongkar ban­gli yang menutupi saluran irigasi Cis­adane yang mengarah ke sawah Desa Mekar Jaya,” kata Syamsudin.

Menurut Syamsudin, persoalan kekurang apsokan air ke area sawah Desa Mekar Jaya diharapakan bisa di­ambil solusi sebelum masa tanam per­tama yang akan dilakukan pada Febuari mendatang. Hal itu agar mampu me­ningkatkan hasil produski padi khusus­nya di Desa Mekar Jaya yang mayoritas warganya merupakan petani.

“Pada kesempatan ini sengaja saya gelar musyawarah para petani yang juga dihadiri Ketua RT dan Ketua RW Desa Mekar jaya selain membentuk Ketua Poktan dan Petugas Ulu-ulu Air juga menyerap aspirasi petani,” pung­kasnya. (imron/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.