“Kupu-kupu Malam” Berkeliaran di Jayanti

 Tugu Puspem Jadi Tempat Favorit Waria

JAYANTI, SNOL—Kupu-kupu malam di sepanjang Jalan Raya Serang, tepat­nya di Kecamatan Jayanti kian mere­bak. Keberadaan mereka masih saja ditemukan, meski penertiban dari Satpol PP Kabupaten Tangerang su­dah dilakukan.

Pantauan Satelit News, sejumlah wanita yang diduga sebagai pekerja seks jalanan di Kecamatan Jayanti masih beraksi setiap malam hari. Mereka biasa mangkal di pinggir ja­lan atau warung remang-remang, sambil menunggu pengendara yang melintas atau pria hidung belang yang ingin menggunakan jasanya.

Khususnya di Jalan Raya Serang KM 32. Minimnya lampu penerangan jalan membuat para PSK itu nampak nyaman dalam mencari mangsanya. Cukup duduk di tepi jalan atau seke­dar minum di warung kopi, mereka menunggu pelanggan atau mangsan­ya datang menghampiri. Sederetan truk yang terparkir di sekitar tempat mangkal para PSK itu menambah nyaman untuk transaksi esek-esek itu.

Kondisi serupa juga terlihat di perempatan tugu selamat datang Pusat Pemerintahan (Puspemkab) Tangeraang, setiap malamnya, selalu saja ada waria mangkal di sekitar tugu dan lampu merah. Gelapnya peneran­gan di perempatan tugu Puspemkab itu membuat nyaman para pekerja seks dari kaum waria itu beraksi.

Pengendara yang melintas, Sri Wa­hyuni mengatakan, keberadaan para PSK di sekitar Kecamatan Jayanti itu sudah sejak lama dan seolah tidak ada takutnya dengan aparat penegak Perda. Bahkan, para PSK selalu saja ada setiap malam harinya.

Kata dia, setiap pukul 22.00, para PSK sudah mulai nampak di sejum­lah titik jalanan dan Warem tempat biasa mereka mangkal. Sambil duduk-duduk santai, para PSK itu menunggu tamunya datang menghampiri ber­harap ada yang mau memakai jasanya.

“Dari dulu juga sudah ada. Setiap jam 10 malam ke atas selalu saja ada wanita di pinggir jalan atau wa­rem yang mengkal,” kata Sri, kepada Satelit News, kemarin.

Atas keberadaannya itu, Sri meng­khawatirkan penularan penyakit HIV terjadi. Hal itu, kata dia, melihat siapapun bisa saja dengan mudah menggunakan jasa para PSK yang se­dang mangkal itu.

“Siapa saja bisa memakainya. Kha­watir penularan penyakit HIV sema­kin meluas saja,” tandasnya.

Kasi Penegakan dan Pengawasan Satpol PP Kabupaten Tangerang, Za­karia mengatakan, pihaknya kerap melakukan razia pada sejumlah wa­rung remang-remang di Kecamatan Jayanti. Bahkan pascapenertiban, se­jumlah wanita yang bekerja sebagai PSK itu dikirim ke kantor UPT Panti Rehabilitasi milik Pemkab Tangerang yang letaknya tidak jauh dari tampat mangkal PSK itu sendiri. Tujuannya un­tuk mendapatkan pelatihan keterampi­lan agar tidak kembali turun ke jalanan.

“Sudah seringkali kita (Satpol PP, red) kirim ke UPT Panti Rehabilitasi milik Dinsos yang kebetulan ada di Kecamatan Jayanti juga. Hal itu agar mereka tidak kembali turun ke jala­nan lagi,” kata Zakaria.

Berdasarkan penyelidikannya ter­hadap sejumlah PSK yang terjaring razia itu, kata dia, para PSK kerap mengaku hanya keterpaksaan saja dan tidak memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup, lanta­ran sulitnya mencari pekerjaan dan latar belakang pendidikan yang di­milikinya minim.(mg1/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.