Airin Minta Jalur MRT Sampai Tangsel

Temui Sandiaga di Balaikota DKI

JAKARTA,SNOL— Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahud­din Uno, di Balai Kota DKI Ja­karta, Senin (15/1). Dalam per­temuan itu Airin meminta agar jalur mass rapid transit (MRT) yang kini terhenti di Lebak Bu­lus dapat dilanjutkan sampai ke wilayah Tangerang Selatan.

“Pemkot berharap bahwa Terminal Lebak Bulus berganti menjadi intinya (depo, rep) MRT. Harapan kami MRT tidak ber­henti sampai di Lebak Bulus tapi bisa dilanjut Pasar Jumat, Cipu­tat, dan sekitarnya,” kata Airin.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil uji kelayakan atau feasibility study (FS) dari PT MRT Jakarta. Ia berharap tidak ada hambatan berarti sehingga proyek tersebut dapat segera dilaksanakan sesuai dengan jad­wal yang telah disepakati. “Time table juga sudah disepakati ber­sama dan mudah-mudahan tidak ada halangan apapun sehingga LRT atau MRT atau moda transportasi massal bisa masuk ke wilayah Tangerang Selatan yang terhubung dengan DKI Ja­karta,” ujarnya.

Selain perpanjangan jalur MRT, Airin juga meminta bantuan Pem­prov DKI untuk memperlebar ruas jalan dari Cirendeu hingga Pondok Cabe. Hal itu dilakukan untuk mengurai kemacetan di ka­wasan tersebut.

“Langkah ini dirasa penting, sebab 50 persen warga Tangerang Selatan bekerja di wilayah DKI,” terang Airin.

Sandiaga sendiri merespons cepat permintaan tersebut. Ia memutuskan bahwa PT MRT Jakarta akan menjadi pemra­karsa untuk merealisasikan im­pian itu. “Studi kelayakan akan dilakukan tahun ini. Program itu akan dilaksanakan dengan skema kemitraan antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) mulai 2018/2019, sehingga ek­sekusinya bisa mulai berjalan di 2019,” kata Sandiaga.

Terkait soal usulan pelebaran jalan Cirendeu hingga Pondok cabe, Sandiaga mengatakan ini akan diusulkan ke Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Pre­mi Lasari pada Februari nanti. Ia berharap dapat anggaran dapat dialokasikan pada 2019.

“Diharapkan bisa dianggarkan di 2019, dan jika disetujui oleh teman-teman di dewan,” timpal­nya.

Direktur Utama PT MRT Ja­karta William Sabandar mengatakan secara teknis akan ada empat skenario yang jalur yang akan dikembangkan. Adapun panjang lintasan per jalur ber­variasi antara 13-20 kilometer. Studi kelayakan akan dilaksana­kan pada 2018. Dari situ akan diketahui skenario mana yang paling tepat untuk proyek ini.

“Akan dipilih jalur mana atau skenario mana yang paling ekonomis atau paling feasible. Kemudian juga akan dilihat dari jalur itu pilihannya seperti apa, jumlah penumpang yang akan diangkut seperti apa karena tadi seperti dikatakan apakah ini jalur yang tepat MRT atau LRT atau yang lain,” bebernya.

Study kelayakan untuk jalur Lebak Bulus-Tangerang Selatan baru akan dilaksanakan untuk pertama kalinya. Ia menunggu penetapan PT MRT Jakarta se­bagai penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) untuk dapat melaksanakan kajian tersebut.

“Tadi yang disepakati adalah PJPK itu akan diberikan kepada MRT dan MRT yang akan melak­sanakan FS. Jadi dari sisi MRT kami menunggu keputusan. Be­gitu PJPK diberikan, kami akan mendorong untuk melaksanakan FS. FS-nya tahun ini,” kata dia.

Dalam studi tersebut akan di­lihat kelayakan proyek dari sisi ekonomi. Sebab, skema kerja sama yang akan dipakai adalah business to business (B2B).

Kesempatan pertemuan juga dimanfaatkan Airin untuk me­nyampaikan laporan keuangan bantuan DKI untuk pembangu­nan Tandon Ciater dan terminal Pondok Cabe. Dan Sandiaga membenarkannya.

“Tandon Ciater setelah dis­elesaikan rencananya akan dis­erahkan ke pemerintah pusat. Itu bantuan Pemprov DKI untuk pemerintah kota Tangerang Se­latan. Berikutnya rencana dari Pemkot Tangsel untuk mendor­ong perpanjangan dari MRT,” ujar Sandiaga. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.