Balkon Gedung BEI Ambruk, 72 Orang jadi Korban

JAKARTA,SNOL- Polisi terus melakukan pendataan korban atas insiden jatuh­nya balkon gedung Bursa Efek Indone­sia di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Untuk jumlah korban semen­tara diperkirakan mencapai angka 72 orang.

“Sudah 72 orang sementara yang dibawa,” kata salah satu petugas kepoli­sian di lokasi, Senin (15/1).

Jumlah itu disebutkan masih semen­tara karena proses evakuasi terhadap korban terus dilakukan.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wa­sisto mengatakan, para korban dibawa ke tiga rumah sakit. Pertama di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Rumah Sakit Si­loam dan Rumah Sakit Mintohardjo.

Balkon di tower II BEI ambruk seki­tar pukul 11.45 WIB. Kejadian tersebut membuat pengunjung dan pekerja panik. Seorang saksi Issa Mawardi menuturkan, sebelum balkon BEI am­bruk, terdengar teriakan orang-orang dari sudut ruangan hingga kemudi­an terjadi dentuman. “Denger suara orang-orang teriak, lalu ada dentu­man,” ujarnya.

Dia pun penasaran dengan kejadian tersebut. Tempat suara itu ia datangi na­mun dia tidak mampu menerobos ke lokasi kejadian lantaran dipenuhi debu tebal. “Sudah ada bekas debu lumayan tebal di lantai 1 debu-debu saya dilihat su­dah ada orang tergeletak,” tutur Issa, yang merupakan jurnalis yang meliput di BEI.

Sementara Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya atap BEI terse­but, namun pihaknya meyakini bahwa tidak ada unsur terorisme dalam peris­tiwa ini. “Kami bisa memastikan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh bom,” kata juru bicara Polri, Irjen Setyo Wasisto kepada para wartawan yang berkerumun di BEI, kawasan Jenderal Sudirman jakarta.

Meski terjadi insiden namun perda­gangan di BEI tetap berjalan dengan normal. Terkait dengan hal ini, Otori­tas Jasa Keuangan ( OJK) selaku oto­ritas pasar modal menyatakan telah berkoordinasi dengan direksi BEI. Pi­hak regulator menyatakan, evakuasi ko­rban telah dilakukan. “BEI dan manaje­men building telah melakukan evakuasi korban ke RS Siloam Semanggi,” kata OJK dalam pernyataannya.

Selain itu, OJK pun telah meminta untuk segera dilakukan investigasi pe­nyebab peristiwa tersebut. Adapun proses transaksi dan setelmen transaksi tetap berjalan dengan normal. Tidak ada gangguan listrik dan jaringan aki­bat kejadian tersebut. “Sistem JATS, E-CLEARS, dan C-BEST berjalan normal,” sebut OJK. (wah/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.