Bayi Baru Lahir Dibunuh Ibunya

Pembunuhan Dilakukan di Toilet Rumah Makan

PONDOK AREN, SNOL—Perbuatan wanita muda satu ini sungguh kejam. YT (21), tega membunuh anak kan­dungnya sendiri yang baru lahir, di sebuah toilet rumah makan kawasan Pondok Aren. Polisi menetapkan YT sebagai tersangka pembunuhan.

Pembunuhan dilakukan di sebuah rumah makan di Jalan Raya Senayan Utama Bintaro Jaya Sektor IX Kelu­rahan Pondok Pucung, Sabtu (13/1) malam. Saat itu, YT, menghubungi temannya Rina (23) ketika berada di rumah makan. Dia mengabari bah­wa dirinya mengalami keguguran.

Setelah mendapat kabar dari pelaku, Rina pun menghubungi Jane (43) yang merupakan majikan ked­uanya. YT yang merupakan warga Nusa Tenggara Barat itu adalah seorang asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Jane di Kemban­gan, Jakarta Barat.

“Yang bersangkutan mengabari saksi bahwa dirinya mengalami pendarahan, kemudian saksi menu­ju ke rumah makan,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan Hadi kepada Satelit News, Senin (15/1).AKP Ahmad Alexander Yurikho

 

kronologs. Ilustrasi/Haeruzi/SatelitNews

Rina dan Jane pun berge­gas menemui YT di lokasi dan membawanya ke rumah sakit. Namun ketika dicek di rumah sakit, petugas rumah sakit me­nyebutkan bila YT sudah mela­hirkan bayinya. Karena penasa­ran, Jane dan Rina menanyakan kepada YT di mana bayinya. Setelah ditanya, dalam kondisi masih syok YT mengaku bah­wa dia telah membuangnya di rumah makan tadi.

Terkejut dengan pengakuan pelaku, Rina dan Jane kemudian kembali ke rumah makan itu dan mencari bayi yang dibuang pelaku. Bayi itu akhirnya ber­hasil ditemukan di sebuah toi­let dekat dapur rumah makan itu. Saat ditemukan, bayi sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan ada bekas luka sayatan pada bagian lehernya. Ked­uanya kemudian melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian.

Polisi yang mendapati lapo­ran langsung meluncur ke lo­kasi dan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Selain mendapati jasad bayi sudah ti­dak bernyawa dengan luka pada bagian lehernya, polisi juga menemukan sebilah pisau di toilet rumah makan tempat bayi ditemukan. Polisi lalu memba­wa bayi tersebut ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi dan tes DNA.

“Berdasarkan keterangan dok­ter, perlakuan saat bayi keluar rahim yang tidak tepat sehingga mengakibatkan luka terbuka di leher, adanya tarikan leher men­jadi titik riskan bayi saat keluar dari rahim,” kata Alexander.

Adanya luka terbuka pada leher korban diduga akibat per­lakuan tersangka ketika mela­hirkan bayinya. Dokter men­duga tersangka menarik leher bayinya hingga nyaris putus.

Polisi akhirnya menetapkan ibu dari bayi tersebut sebagai tersangka. Penetapan status tersangka diberikan setelah YT dimintai keterangan. Saat itu YT mengakui bayi tersebut adalah anaknya. Pelaku juga mengakui membunuh bayinya itu hingga tewas dengan menggorok pada bagian lehernya.

“Pengakuan tersangka, dia menggorok bayinya,” ujarnya.

Polisi masih menggali ket­erangan tersangka, dari mana pisau itu didapatkannya. Pis­au itu juga digunakan untuk memotong tali pusar sang bayi. “Yang bersangkutan pegawai di rumah makan itu. Itu pisau dipakai buat motong tali pusat juga,” imbuhnya.

“Kami sampaikan juga ket­erangan tersangka ke pihak dokter dan dokter terkejut juga mendengarnya. Kami masih akan mendalami keterangan tersangka,” sambungnya.

Meski demikian, polisi akan lakukan tes DNA terhadap jasad bayi dan YT. “Kami akan men­gambil data ante-mortem untuk kepentingan tes DNA, walaupun pelaku atau orang tua sudah mengaku bahwa bayi yang dite­mukan adalah anaknya,” ung­kapnya.

Kapolres Kota Tangerang Se­latan AKBP Fadly Widianto me­nambahkan penyidik masih in­tensif memeriksa tersangka sambil menunggu hasil autopsi. Polisi juga masih mencari siapa ayah dari bayi laki-laki itu serta meng­gali motif pembunuhan bayi.

YT dijerat dengan pidana pembunuhan hingga undang-undang kesehatan tentang la­rangan aborsi. “Pasal yang dike­nakan, terkait larangan aborsi di Pasal 75 ayat (1) dan (2) Un­dang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pembunuhan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman sam­pai dengan 10 tahun,” kata Alex.

Ketika ditanya apa motif pelaku membunuh anak kand­ungnya sendiri, Alexander men­gaku memperoleh keterangan dari pelaku. “Si pelaku belum mau menjawab,” ujarnya. (jar­kasih/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.