Keputusan Pansel SNMPTN Dipertanyakan

BSNP : Amanat PP, Nilai UN Dipakai Masuk PTN

JAKARTA, SNOL—Keputusan Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) un­tuk tidak menggunakan nilai ujian nasional (UN) dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN), diper­tanyakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Menurut Kepala BSNP Bambang Suryadi, dalam PP 19/2005, hasil UN digunakan di an­taranya untuk dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Hasil UN SMP, misalnya, digunak­an untuk pertimbangan seleksi ma­suk SMA. Demikian hasil UN SMA dipertimbangkan untuk seleksi ma­suk PT.

“Jadi ini amanat PP walaupun hanya jadi salah satu pertimban­gan. Artinya ada pertimbangan lain, selain hasil UN,” terang Bambang, Sabtu (13/1).

Bila ada pihak yang tidak meng­gunakannya, lanjutnya, itu hak pengguna (perguruan tinggi). Na­mun perlu ada penjelasan, men­gapa amanat PP tersebut belum diterapkan.

Dia menegaskan, posisi nilai UN terhadap rapor sekolah, adalah se­bagai correcting factor. Maksudnya, ujian semesteran sekolah yang se­lama ini dilakukan oleh guru, meng­gunakan acuan norma (norma yang berlaku di masing-masing sekolah).

Sedangkan soal UN menggunakan acuan kriteria, yaitu standar nasion­al. Jika ada murid yang memperoleh nilai tinggi (rapor/nilai ujian seko­lah) di satu sekolah, wilayah terten­tu, nilai tersebut tidak bisa diband­ingkan dengan nilai di sekolah lain. Artinya tidak komparable. Seba­liknya, nilai UN itu bisa dibanding­kan antarsekolah atau daerah karena komparable.

“Makanya ada kecenderungan ni­lai sekolah lebih tinggi dari nilai UN,” tandasnya. (esy/jpnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.