Target Pembangunan Infrastruktur Jalan Menyusut Drastis

Tahun 2017 Sepanjang 80 Km, Tahun 2018 Hanya 38 Km

PANDEGLANG,SNOL–Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang tahun 2018, dipastikan menyusut. Tahun 2017 lalu, Pemkab Pandeglang membangun sepanjang 80 Km ruas jalan, tersebar disejum­lah Kecamatan. Kini (tahun 2018), direncanakan hanya 38 Km saja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pan­deglang, Girgi Jiantoro menyatakan, penyusutan rencana pembangunan jalan itu, disebabkan merosotnya penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Pandeglang.

“Khususnya diistansi kami. DAK ta­hun 2018 hanya dialokasikan kurang lebih sebesar Rp 16 Miliar. Jumlah itu, berkurang dari tahun sebelum­nya yang mencapai Rp 39 Miliar. Pengurangan DAK ini kan kebijakan dari pusat, bukan karena kesalahan Pemkab Pandeglang. Kalau berbicara serapan DAK, Alhamdulillah sudah terserap semua,” ungkap Girgi, saat ditemui di ruang Asda II Bidang Eko­nomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Pandeglang, Senin (15/1).

Selain terjadi penyusutan DAK un­tuk Pandeglang tambah Girgi, Ban­tuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Banten juga dipangkas. “Untuk DPU­PR, Bankeu tahun ini dialokasikan sebesar Rp 25 Miliar. Kalau tahun lalu cukup besar, mencapai Rp 45 Miliar. Sehingga, total alokasi pem­bangunan jalan di Pandeglang tahun ini hanya berkisar Rp 108 Miliar. Pa­dahal tahun lalu, nilainya mencapai Rp 300 Miliar,” terangnya.

Peningkatan jalan Kabupaten ta­hun ini menurutnya, tersebar dise­mua daerah. Sebagian besar, pening­katan jalan itu berupa betonisasi dan sebagian lagi berupa hotmix. Ia juga mengklaim, saat ini presentase jalan dengan kategori baik di Pandeglang mencapai 30 persen, dari total pan­jang jalan 683 Km.

“Untuk jalan perkotaan yang su­dah bagus pake aspal hotmix. Kalau total yang masih rusak, sekitar 70 persen, yang sudah baik 30 persen,” pungkasnya.

Asda II Bidang Ekbang Setda Pan­deglang, Indah Dinarsiani mem­benarkan jika pembangunan infra­struktur jalan di Pandeglang, tahun 2018 mengalami penyusutan. Hal itu tambahnya, diakibatkan adanya rasionalisasi DAK diseluruh Kabupa­tan/Kota seIndonesia.

Walaupun menyusut tambahnya, pihaknya masih tetap memprioritas­kan pembanguan infrastruktur jalan tersebut. “Pengurangan DAK itu ke­bijakan pemerintah pusat. Yang turun juga bukan hanya di Pandeglang, tapi disemua Kabupaten/Kota seIndone­sia. Tapi, kami selalu memprioritas­kan pembangunan di Pandeglang, sesuai kemampuan APBD yang ada,” imbuhnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.