Bunuh Bayi Karena Tak Punya Suami

Kejiwaan Tersangka akan Diperiksa

SERPONG, SNOL—Motif pembunuhan bayi baru lahir ibu kandungnya di­duga terjadi karena pelaku tak kuasa menahan malu. YT (21) tersangka ka­sus pembunuhan terhadap bayi yang dikandungnya selama tujuh bulan ke­bingungan tidak memiliki suami.

Kapolres Kota Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widiyanto menyatakan tersangka YT melahirkan anaknya secara paksa sehingga menyebabkan kematian sang jabang bayi. Perbuatan tersebut diduga karena YT tak meng­inginkan kehadiran bayi tersebut.

“Dugaan sementara motif ter­sangka melahirkan bayinya se­cara paksa dan membunuhnya karena kebingungan tidak pu­nya suami. Tapi motif ini masih kita dalami kenapa dia melaku­kan tindakan itu,” ungkap AKBP Fadli Widiyanto kepada awak media, saat ekspos kasus terse­but di Mako Polres Tangsel, Ke­camatan Serpong, Selasa (16/1).

Dalam kesempatan itu pi­haknya juga mendatangkan tersangka YT. Tersangka datang setelah dijemput dari rumah sakit tempatnya dirawat dengan pengawalan ketat polisi wanita (Polwan). Saat tiba di Polres, kondisi wajahnya pu­cat dan terlihat sangat lemah. YT mengenakan kaus olahraga dan kain sarung dituntun oleh Polwan dan sejumlah anggota Polres lainnya. Tersangka tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada awak media sejak tu­run dari mobil Unit PPA Polres hingga masuk ke dalam kantor polisi.

Untuk mengetahui kondisi kejiwaannya, penyidik akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kejiwaan tersangka. Pihaknya berharap setelah di­periksa oleh psikolog, tersangka bisa lebih terbuka dan mengungkap motif tindakan yang dilakukannya serta siapa ayah dari bayi malang tersebut. “Ren­cananya besok (hari ini,Red) akan kita datangkan psikolog­nya,” terang Fadli.

Mengenai awal mula terjadinya pembunuhan itu, Kapolres kembali membeberkan bahwa saat tersangka melahirkan usia kandungannya sudah tujuh bulan. Tersangka merupakan pegawai di rumah makan di Ja­lan Raya Senayan Utama Bintaro Jaya Sektor IX Kelurahan Pon­dok Pucung. Dia sudah bekerja selama satu bulan.

YT melahirkan paksa bayinya di sebuah tolilet yang terletak di lantai tiga rumah makan tem­patnya bekerja. “Bayinya dipak­sa keluar dari dalam rahim. Un­tuk mempercepat bayi keluar, tersangka menggunakan minyak kayu putih dengan mengu­rut bagian perutnya,” bebernya.

Saat sudah keluar dari rahim ibunya, sang bayi sempat ma­sih dalam kondisi hidup. Ke­mudian tersangka memutus tali pusarnya, setelah itu menyayat leher bayi menggunakan pisau. Setelah mati, bayi dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam dan membuangnya ke tempat sampah di lokasi rumah makan tersebut.

Pada Sabtu (13/1) YT dik­etahui tidak bekerja karena mengalami keguguran. Lalu oleh pemilik restoran dibawa ke RS, namun dari pihak RS men­erangkan jika bayi dalam kand­ungan YT sudah keluar. Saat di­tanyakan, YT mengaku bayinya telah dibuang ke tempat sam­pah di area rumah makan. Lalu polisi mencari bayi tersebut dan berhasil menemukannya na­mun sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Diberitakan sebelumnya, YT (21) tega membunuh anak kan­dungnya sendiri yang baru la­hir, di sebuah toilet lantai tiga rumah makan tempatnya beker­ja di Jalan Raya Senayan Utama Bintaro Jaya Sektor IX Kelurahan Pondok Pucung, Sabtu (13/1) malam. (jarkasih/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.