DLHK Bentuk Tim Investigasi

Usut Sungai Cidurian Menghitam

KOTASERANG, SNOL- Pemprov mela­lui Dinas Lingkungan Hidup dan Ke­hutanan (DLHK) Banten berencana akan membentuk tim investigasi terkait menghitamnya air Sungai Ci­durian. Tim investigasi itu nantinya akan terjun ke lapangan melakukan penelitian langsung.

Kepala DLHK Banten Husni Hasan mengatakan, pihaknya baru menge­tahui air Sungai Cidurian menghi­tam dari media massa. Oleh karena itu, pihaknya akan mengecek ter­lebih dahulu melalui tim investigasi itu apakah informasi itu benar atau tidak. “Apapun yang berkaitan dengan lingkungan kita akan bentuk tim, karena kita ingin melindungi masyarakat sekitar jangan sampai terdampak oleh lingkungan yang ru­sak itu,” katanya, Selasa (16/1).

Jika tim turun ke lapangan ternyata informasinya benar. Maka pihaknya akan melakukan penelitian apakah air sungai itu menghitam karena polusi, faktor alam atau seperti apa. “Nanti sampel air itu akan kita teliti, apakah mengandung bahan kimia berba­haya atau tidak,” paparnya. Apabila ternyata mengandung bahan kimia berbahaya, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan in­stansi terkait termasuk pemda setempat lembaga atau oknum manakah yang telah membuang air limbah ke sungai.

“Kalau ternyata terbukti melakukan pelanggaran, kita ten­tu akan meja hijaukan. Dan tentu kita koordinasi dengan instansi yang mengurusi perizinan agar perusahaan tersebut jika terbukti melakukan pelanggaran agar di­cabut izinnya,” paparnya. Namun bila terjadi sebaliknya, seperti faktor alam, terjadi dalam am­bang batas normal dan lain-lain, maka pihaknya akan menghenti­kan proses penyelidikan.

“Tetapi yang jelas kita minta pihak terkait untuk melakukan pengawasan terhadap perusa­haan tertentu apakah ada saluran instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau tidak. Karena jika lim­bah di buang ke sungai selain mer­ugikan warga sekitar, ekosistem di sekitar air sungai itu juga akan punah seperti ikan pada mati dan lain sebagainya,” paparnya.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banten M. Basri mengatakan, pihaknya siap melakukan pe­nutupan terhadap instansi ter­tentu jika instansi itu melang­gar ketentuan yang telah diatur. Pihaknya juga tentu bekerja jika mendapat rekomendasi dari instansi terkait bahwa perusa­haan itu misalnya harus ditutup karena membuang limbah sem­barangan. “Proses ini tentu ber­langsung lama, kita juga akan menunggu hasil tim DLHK ke lapangan,” imbuhnya.

Senada, Komisi IV Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang geram men­dengar adanya limbah yang diduga berasal dari industri di Cikande mencemari Sungai Ci­durian. Mereka berencama akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lapangan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.

Ketua Komisi IV DPRD Ka­bupaten Serang, Masrori men­gatakan, bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Serang un­tuk turun ke lapangan bertemu dengan industri yang diduga membuang limbah ke sungai. Setelah memang terbukti, kata dia pihaknya akan memberikan sangsi tegas sesuai dengan pra­turan daerah (Perda). “Jadi tin­daklanjutnya seperti apa, nanti hasil kunjungan itu kita akan ba­has bersama LH,” kata Masrori saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/1).

Ia juga meminta mulai seka­rang perusahaan nakal yang me­mang masih kerap membuang limbah ke sungai untuk segera memperbaiki diri, baik dari sisi menejemen maupun penangan­an limbah. Apalagi masyarakat selama ini tentunya masih ban­yak yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Kita ini sebetulnya ingin menjaga investasi di Kabu­paten Serang, tapi investasi yang ramah lingkungan,” pungkasnya.

Kepala Seksi Penanggulan­gan Pencemaran Lingkungan pada DLH Kabupaten Serang, Muas Sisulhaq sebelumnya mengatakan, dari hasil peman­tauannya selama ini setidaknya ada 10 perusahaan yang outfall nya berhubungan langsung dengan aliran Sungai Ciduri­an. “Itu ada sekitar 10 perusa­haan,” ujarnya. Ia mengatakan, sepuluh perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang in­dustry, mulai dari kimia, gula, hingga tekstil. (ahmadi/sidik/made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.