Property Melambat, Optimis Membaik di Tahun Ini

PROPERTY menjadi salah satu sektor andalan bagi pertumbuhan ekonomi di Tangerang Raya. Dilihat dari sisi lapangan usaha, kontribusi real estate terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Tangerang Raya cukup signifikan. Namun sejak tiga tahun ini mengalami pelambatan, bahkan penurunan penjualan.

Bahkan, hasil survei Indonesia Property Wacth (IPW) pada kuartal III 2017 menun­jukkan penjualan property di Banten anjlok. Penurunan penjualan bertengger pada 25,2% atau menjadi Rp742 miliar.

Turunnya penjualan ini seiring dengan turunnya unit terjual dari 2024 unit menjadi 1.513 unit atau turun sebesar 13,7% sepanjang kuartal lalu. Faktor utama penu­runan ini dikarenakan merosot­nya penjualan rumah di Banten sebesar 49% khususnya di Kabu­paten Tangerang dan sekitarnya setelah pada kuartal sebelumnya naik tipis.

Penurunan tertinggi terjadi pada perumahan menengah sebesar 69,0% sedangkan penu­runan di segmen kecil terjadi penurunan 32,4%. Meskipun demikian, penjualan rumah tipe besar di Tangerang Selatan mengalami kenaikan 32,5% khususnya di beberapa peruma­han seperti BSD City dan Graha Raya.

Laporan kajian ekonomi dan keuangan regional BI Banten 2017, juga mengungkapkan hal serupa. Penjualan untuk perumahan yang sudah eksisting di Tangerang dan Tangsel pertumbuhannya cenderung melambat.

Namun dari aspek kredit hu­nian, jumlah kredit pada kuartal III 2017 mengalami kenaikan. Kredit untuk rumah, apartemen dan ruko naik sebesar 15,96% (yoy) atau senilai Rp46,60 trili­un, lebih tinggi dibanding kuar­tal II 2017 sebesar 12,53% (yoy). Kenaikan nilai kredit ini, tertu­tama untuk rumah tinggal dan apartemen type menengah dan besar.

Berbeda dengan Banten, ke­naikan justru terjadi di beberapa wilayah seperti Bekasi yang naik 20,7%, Bogor naik 55,3%, dan tertinggi Depok sebesar 97,6%. Dari data yang ada tampak ke­naikan penjualan di Bodebek ini terjadi hampir di semua segmen dengan kenaikan tertinggi ter­jadi di segmen menengah.

Sejumlah pengamat property menilai, kenaikan di kawasan ini terjadi dikarenakan massif­nya pembangunan infrastruktur di koridor Bekasi dan Bogor. Se­hingga hampir semua pengem­bang menawarkan kosep TOD (Transit Oriented Development) sehingga meningkatkan per­mintaan rumah di kawasan itu.

Tren penjualan rumah pada kuartal akhir 2017 ini diperki­rakan masih sangat tidak stabil dan belum menunjukkan tren naik yang sebenarnya. Peran perbankan terutama bank-bank BUMN diharapkan dapat mem­bantu mendorong pertumbu­han penjualan rumah di wilayah ini dengan menurunkan suku bunga dasar acuan yang sampai saat ini belum juga bergerak tu­run meskipun suku bunga acu­an Bank Indonesia telah turun sampai 4,25%.

BI sendiri memprediksi sek­tor property masih mengalami pelambatan pada kuartal IV 2017. Namun dari sisi kredit KPR terlihat ada pemulihan. Hal ini imbas dari kebijakan penurunan tingkat suku bunga, dan BI melakukan relaksasi ke­bijakan Loan to Value (TLV) yang berlaku sejak 2016. BI juga berencana melakukan relaksasi kembali Loan to Value terhadap sektor property dan kendaraan bermotor.

Pengembang di Tangerang Raya juga tampaknya harus ber­saing dengan kawasan lain yakni Bogor, Depok dan Bekasi yang memang diuntungkan dengan pembangunan transportasi massal oleh pemerintah.

Bagaimana prospek property di 2018? Sejumlah pelaku mengaku optimis property akan tumbuh dan mengalami pemu­lihan. Analis Bank Mandiri Sindi Paramita seperti dikutip Kon­tan, menyebutkan property di 2018 akan mengalami sedikit perbaikan. Pertumbuhan ini seiring dengan target pertum­buhan ekonomi pada 2017 sebe­sar 5,1% dan pada 2018 sebesar 5,3%.

Menurut rumah.com property outlook 2018, kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan men­jadi faktor utama pertumbuhan property di 2018. Harga dan suplai property, terutama pada sek­tor hunian akan meningkat pada 2018. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama di segmen hunian di bawah Rp1 miliar.

Proyek perumahan yang menawarkan konsep kemuda­han akses dan transportasi publik akan menjadi faktor utama bagi konsumen untuk memutuskan pembelian di kawasan perumahan tersebut. (rma/dm/sn/bp/tp/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.