Tabrak Truk Pasir, Biker Tewas

Usai Terjatuh Saat Hendak Menyalip

CIKUPA, SNOL—Muhamad Wahyu An­dani (23), warga Lingkar Ramanuju, Kecamatan/ Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon meregang nyawa di Ja­lan Raya Serang KM 17,5 Desa Su­kanegara Kecamatan Cikupa, usai motor yang dikemudikannya meng­hantam bagian bawah truk pasir yang parkir di tepi jalan, Kamis (18/1). Aki­bat kejadian itu, korban menderita luka berat pada bagian kepala.

Kanit Lakalantas Polsek Cikupa, Iptu Udiyanto mengungkapkan, kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 11.45. Saat itu sejumlah wilayah di Keca­matan Cikupa sedang diguyur hujan. Menurutnya, korban melintas dari arah Balaraja menuju Cikupa, dengan mengendarai motor Mio Soul dengan nomor polisi (Nopol) A-5149-WK.

Korban bermaksud hendak meny­alip kendaraan truk hino bernopol BE-8735-BE dari sebelah kiri. Bersa­maan dengan itu, di jalur yang sama, terdapat pula kendaraan truk fuso dengan nopol B-9670-DY yang se­dang dalam perbaikan.

Namun, karena diduga tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya, korban kemudian terjatuh dan ter­perosot ke kekolong truk yang se­dang parkir tadi. Akibatnya, korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka parah di bagian kepala setelah membentur kolong truk yang terparkir.

“Korban tewas seketika di lokasi kejadian di Jalan Raya Serang KM 17,5 Desa Sukanegara Kecamatan Cikupa, akibat kepalanya terbentur bagian bawah truk. Korban diduga tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya akibat jalanan yang licin,” kata Udiyanto, kepada Satelit News, kemarin.

Lanjut Udiyanto, jenazah lang­sung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Tangerang untuk pemerik­saan lebih lanjut sambil menunggu keluarga korban. “Kendaraan dan awak sopir lainnya terpaksa harus dibawa ke Polresta Tangerang untuk pengumpulan keterangan saksi saat kejadian kecelakaan sebelum ter­jadi,” jelasnya.

Sementara itu, sopir truk berinisial PAR yang hendak didahului oleh ko­rban mengaku, ia melaju dengan ke­cepatan rendah. Namun, saat korban menyalip dari arah samping justru menghantam mobil didepannya.

“Saat itu kecepatan mobil saya paling 20 km/ jam. Korban tiba-tiba meny­alip dari kiri. Saya lihat sebelum masuk ke kolong, kendaraan korban sempat oleng kemudian barulah masuk ke dalam mobil truk yang ada di depan saya tadi,” katanya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.