Mendikbud Usulkan Beasiswa Bagi Siswa SMK ke Luar Negeri

Mulai Tahun Ini

SURABAYA, SNOL—Kabar gembira bagi siswa SMK berprestasi. Kemen­terian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengusulkan program beasiswa bagi siswa SMK ke luar negeri.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muh­adjir Effendy, kesempatan tersebut diberikan kepada siswa SMK untuk meningkatkan kemampuan dan ket­erampilannya dengan belajar di luar negeri.

“Untuk tahun ini mudah-muda­han bisa disetujui melalui program beasiswa yang ada di Lembaga Pen­gelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk belajar keluar negeri kami usulkan tidak hanya S1, tetapi juga untuk siswa-siswa SMA/SMK,” ujar Menteri Muhadjir saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos, Surabaya.

Dia menjelaskan, dalam waktu tertentu untuk lulusan SMK terbaik akan diberikan prioritas bisa men­gambil kursus sesuai dengan ket­erampilan yang dimiliki. Ini upaya pemerintah memberikan kesempa­tan kepada siswa-siswa SMK untuk menambahkan pengalaman dalam meningkatkan keterampilannya.

“Lulusan SMK rata-rata langsung kerja. Agar mereka siap, saat studi mereka harus dibekali keterampilan yang cukup. Begitu lulus, yang ber­prestasi akan kami sekolahkan lagi agar kompetensinya makin mening­kat,” tandasnya.

 

Apresiasi Pelaku Dunia Usaha Media Massa

Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada para pelaku dunia usaha media massa yang turut ber­peran dalam pengembangan pendi­dikan kejuruan.

“Saya sangat mendukung dan berikan apresiasi atas prakarsa Jawa Pos yang telah memberikan peluang yang sangat besar bagi SMK untuk belajar di sini. Saya sangat senang bisa melihat langsung yang dilaku­kan oleh salah satu SMK,” ujarnya.

Praktik kerja lapangan ini, lan­jutnya, sangat tepat dilakukan, dan merupakan pelaksanaan amanat dari Instruksi Presiden (Inpres) No­mor 9 Tahun 2016 tentang Revital­isasi SMK.

“Praktikum di lapangan minimum 60 persen, dan sekitar 40 persen saja pelajaran dilakukan di sekolah, oleh karena itu mohon pimpinan Jawa Pos untuk ikut terlibat merumuskan kurikulum SMK, terutama yang rel­evan terhadap tugas-tugas yang ada di media massa,” jelasnya.

Dalam pengembangan SMK, Mu­hadjir mengatakan, pemerintah bet­ul-betul ingin menyiapkan tenaga kerja muda yang terampil dan bisa bersaing di dalam dunia kerja, ses­uai dengan kebutuhan keterampilan abad 21.

“Semua anak SMK harus siap betul menghadapi perubahan. Oleh karena itu, harus terus belajar, terus cari pengalaman, jangan menunggu perintah, harus dengan kesadaran­nya sendiri untuk meningkatkan kemampuannya,” pesannya. (esy/jpnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.