Pengedar Sabu Diciduk di Mal

Bersama Teman Prianya

SERPONG,SNOL— Wanita pengedar narkoba MR (31) dan teman prianya SHR (33) dibekuk polisi di salah satu mal kawasan Serpong, Rabu (17/1) malam. Dari kedua tersangka disita barang bukti 325 gram sabu.

Penangkapan berawal saat polisi mendapat info ada seorang wanita pengecer sabu di Jakarta Barat. Re­serse lalu memancing MR dengan berpura-pura sebagai pembeli. Le­wat telepon polisi memesan 100 gram sabu dan disepakati bertemu di salah satu mal yang berada di ka­wasan Serpong

Kepada petugas yang menyamar, MR menyuruh transaksi dilakukan dalam mobil pelaku di basment mal. Ketika bertemu dan ada barang bukti kemudian polisi menangkap MR. “Saat kita tangkap dan kita geledah ternyata di mobil itu MR menyimpan sabu sebanyak 300 gram,” ujar Kapolsek Ka­lideres Kompol Effendi, Jumat (19/1).

Kepada polisi MR mengaku mendapat barang haram tersebut dari SHR. Atas informasi tersebut, hari itu juga polisi langsung bergerak menuju kediaman pria yang dimak­sud bersama MR di Kampung Jom­bang, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong.

Sekitar pukul 18.00 WIB, polisi menggerebek rumah pelaku. Keda­tangan polisi membuat SHR kaget dan langsung menyerah. “Setelah menangkap tersangka, kami meng­geledah seluruh sudut rumah itu. Kami temukan tiga paket sabu dengan berat total 25 gram, 3 cangklong dan satu ponsel,” kata Effendi.

Kedua tersangka langsung diba­wa ke Mako Polsek Kalideres untuk mempertanggungjawabkan perbua­tannya. Mereka diancam Pasal 114 ayat 2 subsidair Pasal 112 ayat 2 un­dang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Maraknya peredaran narkoba di wilayah Tangerang Selatan juga membuat Satres Narkoba Polres Tangsel memberi perhatian khusus pada empat wilayah yang dianggap paling rawan peredaran narkoba di wilayahnya. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Ciputat, Pa­mulang, Serpong dan Pondok Aren. Berdasarkan pengembangan dan pengungkapan, wilayah itu kerap dijadikan lokasi peredaran narkoba, dimana para pengedarnya mayoritas menyasar kalangan remaja sebagai pembelinya.

“Ciputat, Serpong, Pondok Aren, dan Pamulang,” jelas AKP Wira Gap­en, Kasatnarkoba Polres Tangsel, Kamis (4/1) lalu.

Pada periode akhir tahun 2017 lalu, kepolisian berhasil mengung­kap 36 kasus tindak pidana narkotika di Kota Tangsel. Sebanyak 43 pelaku­nya berhasil ditangkap dari berbagai tempat.

Sedangkan barang bukti (BB) yang diamankan, berupa sabu sebanyak 55,56 gram, ganja 1.414,55 gram, dan tembakau gorila sebanyak 2.023,56 gram. Secara keseluruhan, nilai total dari narkoba itu mencapai sekira Rp2 miliar.

Kata Wira, keterangan dari para tersangka yang telah ditahan menye­but, jika beberapa diantara mereka berkaitan satu sama lain. Bahkan se­jumlah pengedar tingkat sedang, dike­tahui tinggal di tempat-tempat rawan peredaran narkoba tersebut. “Ada berapa jaringan tingkat sedang tinggal di sini,” imbuh Wira. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.